Mitos Merawat Bayi ini Masih Dipercaya Oleh Banyak Orang

DokterSehat.Com – Marnie Baker, MD, pakar kesehatan anak yang berasal dari Saddleback Memorial Medical Center di kota Laguna Hills, California, berkata bahwa ternyata masih banyak orang tua yang mempercayai beberapa mitos dalam merawat bayi yang ternyata kurang tepat jika dibandingkan dengan medis. Memang, tidak semua mitos ini bisa membahayakan kesehatan bayi, namun, ada baiknya kita memang tak lagi melakukan hal-hal tersebut. Apa sajakah mitos dalam merawat bayi yang sebaiknya tak lagi kita lakukan?

doktersehat-bayi-tertawa

Bayi yang demam sebaiknya segera diberi obat penurun panas
Setiap orang tua tentu akan khawatir dan bahkan panik andai melihat buah hatinya tiba-tiba demam. Sayangnya, mereka cenderung bertindak berlebihan dengan segera memberikan obat penurun panas. Menurut Baker, munculnya demam pada bayi adalah hal yang wajar karena demam ini adalah mekanisme alami dari tubuh bayi dalam melawan berbagai macam infeksi. Meskipun kita memberikan obat penurun panas, demam ini akan tetap ada karena memang tubuh sedang dalam mode melawan infeksi.

Sayangnya, banyak orang yang percaya jika demam akan membuat tuli atau kerusakan otak pada bayi. Padahal, menurut Baker, orang tua baru boleh khawatir andai suhu tubuh bayi melebihi 37,5 derajat Celcius. Ada cukup banyak penyebab demam pada bayi, baik itu efek samping vaksinasi, infeksi virus, hingga infeksi telinga. Andai tidak yakin dengan kondisi kesehatan bayi, periksakanlah ke dokter daripada secara sembarangan memberikan obat penurun panas.

Bayi jangan terlalu sering digendong karena bisa membuatnya ketagihan
Banyak orang tua yang baru memperbolehkan bayinya digendong jika mulai menangis saja. Andai bayi kerap digendong walau dalam kondisi tenang, dikhawatirkan bayi akan manja dan ketagihan sehingga setiap kali dilepaskan akan rewel dan membuat berbagai aktifitas orang tua terhambat.

Baca Juga:  Kebiasaan Memberikan Permen Agar Anak Berhenti Menangis Ternyata Tidak Baik

Baker ternyata menyebutkan jika mitos ini sama sekali tidak benar. Pada beberapa bulan pertama bayi, mereka memang sangat membutuhkan kontak kulit dengan orang tuanya agar merasa tenang dan nyaman. Seiring dengan bertambahnya usia, hal ini tidak akan membuat mereka ketagihan.

Bayi boleh minum air putih jika haus
Pakar kesehatan berkali-kali menyebutkan jika dalam enam bulan pertamanya, bayi sebaiknya hanya mengkonsumsi ASI karena memang sistem pencernaannya belum sempurna. Sayangnya, andai ibu sedang di kamar mandi atau belum mampu menyusui bayi yang sudah menangis karena haus, banyak orang tua yang memberikan air putih, atau bahkan teh agar rasa haus itu mereda. Hal ini ternyata bisa membuat bayi mengalami masalah malnutrisi atau water intoxication, kondisi dimana elektrolit pada tubuh bayi lebih encer dan pada akhirnya menghambat fungsi tubuh secara normal. Bayi bahkan lebih beresiko mengalami hipotermia hingga kejang-kejang.