Mitos Air Es Yang Menggemukkan, Ini Fakta Medisnya

DokterSehat.Com – Diet dengan menjaga pola makan adalah hal yang penting untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Kegemukan adalah salah satu masalah yang diakibatkan tidak teraturnya pola makan kita sehari hari, dan diet merupakan salah satu hal untuk mengatasi masalah tersebut. Beragam macam pola diet berkembang di masyarakat, mulai dari OCD, Diet mayo, diet tanpa nasi dan lain sebagainya. Beragam macam pula mitos mitos untuk membantu program diet tersebut, diantaranya adalah mengurangi konsumsi air es karena air es dapat menggemukkan badan. Apakah hal tersebut benar? Dengan cuaca di Indonesia yang seringkali membuat kita kegerahan dan berkeringat, air es adalah salah satu hal yang dapat melepaskan dahaga dan menyegarkan.



Menurut dr. Michael Triangko Sp.KO, staf pengajar di Prodi Ilmu Kedokteran Olahraga FKUI, mitos ini muncul dari pengalaman mereka yang minum air es ketika makan makanan yang berlemak. Suhu dingin dapat menyebabkan lemak membeku di sela-sela gigi dan menimbulkan rasa yang tidak enak di bagian rongga mulut. Dikatakan juga bahwa air es juga dapat menambah timbunan lemak kita karena ketika kita minum air es, minyak dari dari makanan berlemak yang kita makan akan menjadi tidak larut dan keras. Hal itu akan memperlambat proses pencernaan. Hal yang dilupakan pada mitos ini adalah suhu di dalam tubuh kita lebih tinggi daripada permukaan kulit kita. Hal ini pun menyebabkan semua makanan berlemak ataupun tidak akan terlarut saat masuk ke dalam sistem pencernaan dan menyesuaikan suhu tubuh di dalam rongga pencernaan kita. Bagaimana pun juga, lemak tetap akan masuk ke dalam usus dan diserap oleh tubuh.

Baca Juga:  Mengenal Demam Kuning dari Afrika

Dengan begitu, minum air es dapat membuat gemuk adalah tidak benar. Dalam menjalani program diet, makan dan minum lah apapun dengan bijaksana dan tidak berlebihan. Yang terpenting adalah porsi makanan berlemak yang kita konsumsi agar terhindar pula dari masalah kegemukan.

Sumber: Dr. Michael Triangko Sp.KO dalam “Langsing dan Sehat dengan Sports Therapy”