Misophonia – Penyebab, Gejala, dan Penanganan

misophonia-doktersehat

DokterSehat.Com – Apakah bunyi goresan kapur di papan tulis membuat Anda merasa ngilu? Bayangkan jika suara bisa membuat Anda panik atau menjadi marah. Ini adalah kasus yang disebut misophonia. Misophonia adalah kebencian atau sangat tidak suka akan suara tertentu.

Penyebab Misophonia

Apa yang menyebabkan misophonia? Peneliti belum tahu apa yang menyebabkan misophonia. Tampaknya ada gangguan yang lebih tinggi di antara orang-orang yang juga memiliki kondisi berikut:

  • Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
  • Gangguan kecemasan
  • Sindrom Tourette

Ini juga tampaknya lebih umum pada orang yang mengalami tinnitus. Tinnitus adalah gangguan yang berbeda di mana Anda mendengar suara, seperti dering di telinga Anda, yang tidak dapat didengar orang lain.

Menurut Lerner, misophonia tampaknya menjadi kondisinya sendiri, tetapi pasti ada tumpang tindih dengan kondisi lain ini. Banyak orang yang memiliki hal-hal lain ini memiliki misophonia, dan gejala yang mereka hasilkan serupa. Misalnya, orang yang cemas dengan misophonia mungkin mengalami gangguan jantung yang sama, berkeringat, dan lainya. Dari situasi yang menekan di rumah atau bekerja seperti mendengar suara tertentu. ”

Sementara Johnson menunjukkan bahwa selama bertahun-tahun, orang dengan misophonia salah didiagnosis dengan kecemasan, fobia, dan gangguan lainnya. Tapi misophonia adalah gangguan unik dengan karakteristik khusus sendiri, termasuk yang berikut:

  • Onset misophonia umumnya sebelum pubertas, dengan gejala pertama terjadi paling sering antara usia 9-12 tahun
  • Lebih banyak wanita daripada pria memiliki misophonia
  • Orang dengan misophonia cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi
  • Bunyi pemicu awal biasanya adalah suara lisan dari orangtua atau anggota keluarga, dan pemicu baru muncul seiring waktu
  • Kemungkinan ada komponen genetik karena sering berjalan dalam keluarga

Apa yang terjadi dengan misophonia?
Misophonia juga dikenal sebagai sindrom sensitivitas suara selektif, dimulai dengan adanya pemicu. Seringkali suaranya berasal dari lisan, suara yang dibuat ketika seseorang ketika mereka makan, bernapas, mengunyah, menguap, atau bersiul. Kadang-kadang gerakan kecil yang berulang adalah penyebabnya, ketika orang merasa gelisah atau menggoyangkan kaki mereka.

Jika Anda memiliki reaksi ringan misophonia, Anda mungkin merasa:

  • Gelisah
  • Tidak nyaman
  • Dorongan untuk melarikan diri
  • Jijik

Jika respons misophonia lebih parah, suara tersebut dapat menyebabkan:

  • Kemarahan
  • Emosi
  • Kebencian
  • Panik
  • Takut
  • Tekanan emosional
  • Keinginan untuk membunuh atau menghentikan apa pun yang membuat kebisingan
  • Bulu kuduk berdiri
  • Pikiran untuk bunuh diri

Penyakit ini dapat melumpuhkan kehidupan sosial Anda. Anda mungkin menghindari restoran atau makan secara terpisah dari pasangan Anda, keluarga, atau teman sekamar. Atau lebih buruk, Anda bisa bertindak atas apa yang Anda rasakan. Anda mungkin menyerang orang yang sedang membuat suara – baik secara fisik atau verbal – menangis, atau lari dari situasi.

Seiring waktu, Anda mungkin menanggapi pemicu visual, juga. Melihat seseorang bersiap-siap untuk makan atau memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka mungkin membuat Anda tidak nyaman.

Gejala Misophonia

Karakteristik utama misophonia adalah reaksi ekstrem, seperti kemarahan atau agresi, kepada orang-orang yang membuat suara tertentu. Kekuatan reaksi dan bagaimana seorang individu dengan kondisi meresponsnya, sangat bervariasi. Beberapa orang mungkin mengalami gangguan dan iritasi, sementara yang lain bisa menjadi murka.

Baik pria maupun wanita dapat mengembangkan misophonia pada usia berapapun, meskipun orang biasanya mulai menunjukkan gejala pada masa kanak-kanak akhir atau awal masa remaja mereka.

Bagi banyak orang, episode pertama mereka mengidap misophonia dipicu oleh satu suara tertentu, tetapi suara tambahan dapat membawa tanggapan dari waktu ke waktu. Pengidap misophonia menyadari bahwa reaksi mereka terhadap suara berlebihan, dan intensitas perasaan mereka dapat membuat mereka berpikir bahwa mereka kehilangan kendali.

Penelitian telah mengidentifikasi tanggapan, berikut adalah gejala misophonia:

  • Iritasi berubah menjadi kemarahan
  • Rasa jijik berubah menjadi amarah
  • Menjadi agresif secara verbal kepada orang yang membuat kebisingan
  • Semakin agresif secara fisik dengan objek, karena kebisingan
  • Secara fisik memukul orang yang membuat kebisingan
  • Mengambil tindakan mengelak di sekitar orang yang membuat suara pemicu

Beberapa orang dengan sensitivitas suara semacam ini mungkin mulai meniru suara-suara yang memicu reaksi marah mereka yang agresif. Cukup berpikir tentang menghadapi suara yang memicu misophonia mereka dapat membuat orang dengan kondisi merasa stres dan tidak nyaman. Secara umum, mereka mungkin memiliki lebih banyak gejala kecemasan, depresi, dan neurosis daripada yang lain.

Selain tanggapan emosional, penelitian telah menemukan bahwa individu dengan misophonia umumnya mengalami sejumlah reaksi fisik, termasuk:

  • Tekanan di seluruh tubuh, terutama dada
  • Kekencangan otot
  • Peningkatan tekanan darah
  • Detak jantung lebih cepat
  • Peningkatan suhu tubuh

Satu studi menemukan bahwa 52,4 persen partisipan dengan misophonia juga dapat didiagnosis dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCPD).

Bagaimana mendapatkan penyakit ini?
Kondisi ini terjadi seumur hidup, biasanya dimulai antara usia 9-13 tahun dan lebih sering terjadi pada gadis-gadis. Penyakit ini datang tiba-tiba, tetapi tidak berhubungan dengan kejadian apapun.

Dokter tidak yakin apa yang menyebabkan misophonia, tapi bukan telinga Anda yang bermasalah. Dokter menduga hal ini merupakan gabungan dari masalah mental dan fisik. Hal ini dapat berhubungan dengan bagaimana suara mempengaruhi otak Anda dan memicu respons otomatis dalam tubuh Anda.

Karena telinga dan pendengaran Anda normal, dokter dapat memiliki masalah dengan penegakan diagnosis. Misophonia kadang-kadang keliru didiagnosis sebagai gangguan kecemasan atau bipolar atau gangguan obsesif-kompulsif. Beberapa dokter berpikir bahwa misophonia harus diklasifikasikan sebagai gangguan baru.

Penanganan Misophonia

Bagaimana menangani misophonia? Kondisi ini tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi Anda dapat belajar untuk mengelolanya. Banyak klinik menawarkan terapi suara yang dikombinasikan dengan konseling psikologis. Dokter akan mengatur suara latar untuk menangkal suara yang memicu kondisi misophonia.

Anda dapat mencoba perangkat seperti alat bantu dengar yang menciptakan suara di telinga Anda mirip dengan air terjun. Kebisingan lain mengalihkan perhatian Anda dari pemicu dan mengurangi reaksi. Pengobatan lain meliputi terapi bicara dan antidepresan.

Gaya hidup Anda juga berperan. Biasakan olahraga secara teratur, banyak tidur, dan kelola stres Anda. Anda juga bisa mengenakan earplugs atau headset untuk menghilangkan suara. Buat daerah yang tenang atau titik aman di rumah Anda di mana tidak ada suara-suara yang mengganggu Anda.

Penting juga untuk mencari dukungan sosial, dengan orang-orang yang juga mengalami misophonia untuk berbagi cerita. Anda juga dapat menemukan kelompok-kelompok ini di media online dan sosial dimana orang berbagi strategi untuk mengatasi kondisi misophonia ini.