Miopia (Rabun Jauh atau Mata Minus) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Mata minus (rabun jauh) adalah kelainan mata dimana orang tersebut tidak dapat melihat benda yang letaknya jauh. Mata minus, atau mata dekat, atau miopia merupakan kesalahan refraksi pada mata yang semakin hari kini semakin meningkat prevalensinya. Di Amerika Serikat, penelitian oleh National Eye Institute (NEI) menunjukkan prevalensi miopi meningkat sebanyak 25% pada populasi penduduk berusia 12–54 tahun pada tahun 1970-an, dan kini meningkat sampai dengan 42%.

doktersehat-Astigmatisma-mata-silinder-Hipermetropi-Rabun-jauh-Mata-dekat

Karena penyebab pastinya masih belum diketahui, banyak dokter mata merasa bahwa kebiasaan bekerja di depan komputer, dan melihat dekat dalam jangka waktu yang lama seperti bermain game atau bermain ponsel, dapat menyebabkan miopia. Ada teori lain yang juga menyatakan bahwa seiring bertambahnya panjang badan seseorang, maka ukuran rongga bola mata juga memanjang, lalu bola mata juga menyesuaikan diri untuk memanjang, sehingga fokus cahaya terjadi di depan retina, bukan dipermukaan retina.

Gejala
Jika seseorang menderita miopia, maka akan sulit membaca huruf yang jauh, semisal kesulitan membaca nama jalan jika dilihat dari dalam mobil, atau kesulitan melihat objek yang jauh dengan jelas. Selain itu merasa cepat lelah ketika menyetir atau berolahraga juga dapat menjadi gejala dari mata minus yang tidak diobati. Gejala lain adalah kebiasaan menyipitkan mata untuk melihat obyek jauh agar tampak lebih jelas.

Jika sudah memakai kacamata minus namun masih merasakan gejala-gejala tersebut, maka sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan resep kacamata yang tepat.

Proses Miopia
Miopia terjadi ketika bola mata terlalu panjang sehingga terjadilah mekanisme yang telah disebutkan di atas, atau karena korna dan/atau lensa terlalu cembung, atau karena kombinasi dari proses-proses tersebut. Miopia biasanya dimulai dari usia muda, dan seseorang memiliki risiko lebih tinggi jika orangtua juga memiliki riwayat miopia. Pada orangtua, kadang-kadang miopia terjadi sebagai proses dari penuaan.

Terapi Miopia
Rabun jauh dapat dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak atau bedah refraktif. Tergantung pada derajat miopia, ada yang mungkin perlu memakai hanya kacamata atau lensa kontak sepanjang waktu atau kacamata hanya dipakai ketika membutuhkan pengelihatan yang sangat jelas, seperti ketika mengemudi, melihat papan tulis atau menonton film.

Baca Juga:  HIV - Penyakit Kulit Terkait HIV/AIDS: Sariawan dan Dermatitis Seboroik

Jika Anda rabun jauh, nomor pertama (“sphere“) pada resep kacamata atau resep lensa kontak akan diawali dengan tanda minus (-). Semakin tinggi angkanya, semakin parah rabun jauh.

Bedah refraktif dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kebutuhan kacamata atau lensa kontak. Prosedur yang paling umum dilakukan dengan laser.

Laser menghilangkan lapisan jaringan kornea, yang meratakan kornea dan memungkinkan sinar cahaya untuk fokus lebih akurat pada retina.

LASIK – yang paling sering untuk prosedur refraktir adalah dengan membuat flap tipis pada permukaan kornea, kemudian laser menghilangkan beberapa jaringan kornea, dan flap dikembalikan ke posisi semula.

Lalu ada Orthokeratology, prosedur non-bedah di mana digunakannya suatu lensa kontak dari gas kaku permeabel khusus (RGP atau GP) di malam hari untuk membentuk kembali kornea saat Anda tidur. Ketika lensa kontak dilepas di pagi hari, kornea sementara mempertahankan bentuk baru, sehingga Anda dapat melihat dengan jelas selama hari tanpa kacamata atau lensa kontak.

Orthokeratology digabung dengan prosedur lensa kontak GP disebut terapi refraksi kornea (CRT) telah terbukti efektif dalam mengoreksi miopia ringan (minus 0,25–2) sampai sedang (minus 2–4) secara sementara.

Lensa implan dikenal sebagai IOLs phakic adalah pilihan lain bedah untuk mengoreksi rabun jauh, terutama untuk individu dengan jumlah miopia berat (di atas minus 6) atau kornea yang lebih tipis dari normal yang dapat meningkatkan risiko komplikasi dari LASIK atau prosedur koreksi penglihatan laser lainnya.

IOLs phakic bekerja seperti lensa kontak, namun karena lensa implan ini ditempatkan dalam mata melalui pembedahan, maka biasanya bersifat permanen, yang berarti tidak ada pemeliharaan yang diperlukan. Tidak seperti implan lensa yang digunakan dalam operasi katarak, IOLs phakic pada operasi miopi tidak menggantikan lensa alami mata. Lensa alami mata masih ada intak di dalam mata.