Mineral Seng (Zn), Zat Pencegahan Diare yang Utama

Diare masih merupakan penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak di negara berkembang. Penyebab diare bersifat multifaktorial, di samping adanya agen penyebab, unsur kerentanan dan perilaku pejamu (orang yang terjangkit) serta faktor lingkungan sangat berpengaruh, oleh karenanya program pencegahan dan pemberantasan diare diarahkan untuk memperkuat daya tahan tubuh pejamu, mengubah lingkungan dan perilaku ke arah yang kondusif untuk kesehatan. Salah satu cara untuk memperkuat daya tahan tubuh adalah dengan pemberian seng. Seng merupakan mikronutrien yang mempunyai banyak fungsi antara lain berperan penting dalam proses pertumbuhan dan diferensiasi sel, sintesi DNA serta menjaga stabilitas dinding sel. Jaringan yang terus menerus mengalami pergantian sel dengan cepat, seperti saluran cerna dan sistem imunitas kana terkena dampak yang bermakna bila terjadi kekurangan seng.

doktersehat-Enkopresis-Gastroenteritis-Peritonitis

Defisiensi seng masih banyak terjadi terutama di negara berkembang. Hal ini berkaitan kurangnya asupan, meningkatnya kebutuhan, dan banyaknya kehilangan seng dari tubuh akibat penyakit terutama infeksi. Terdapat hubungan timbal balik antara infeksi dan defisiensi seng yang saling mempengaruhi. Kebutuhan seng tubuh akan meningkat saat terjadi infeksi, untuk pembentukan fungsi imun, dan pembentukan sel baru defisiensi seng dapat menimbulkan penekana fungsi imun sehingvga memudahkan terjadinya infeksi. Seng berperan menjaga integritas mukosa usus melalui fungsinya dalam regenerasi sel dan stabilitas membran sel. Seng juga berperan pada fungsi sel T dan meningkatkan imunitas sehingga mengurangi beratnya diare.

Penelitian menunjukkan dampak positif pemberian seng dalam memperpendek durasi diare dan mengurangi proporsi diare yang menjadi kronik. Penelitian di India pada anak 6-36 bulan yang dirawat karena diare mendapatkan pemendekan durasi diare 16% dibanding kontrol. Penelitian di Bangladesh pada anak 6-59 bulan yang diberikan suplementasi seng 20 mg/hari mendapatkan penurunan durasi diare 2,5 hari. Penelitian di Brazilia juga mendapat hasil serupa dengan penurunan durasi sebesar 1,3 hari. Penelitian di Indonesia dengan memberikan suplementasi seng 4-5 mg/kgBB/hari mendapatkan penurunan risiko berlanjutnya diare sebesar 12%.

Baca Juga:  Cara Memperoleh Perut Six Pack

Sebagai tambahan suplementasi pada pengelolaan diare selain pemberian seng adalah penggunaan probiotik. Probiotik banyak disebut sebagai suatu bakteri yang tidak patogen, penghuni normal usus manusia dan binatang. Keberadaan bakteri tersebut memberikan keuntungan terutama dalam hal proteksi usus terhadap serangan bakteri patogen.

Terapi baku diare akut pada bayi dan anak saat ini adalah rehidrasi, baik oral maupun parenteral sesuai derajat dehidrasi serta pemberian nutrisi dan ASI, sedangkan pemberian obat antidiare baik dari golongan adsorben, antimotilitas maupun antibiotik sangat tidak dianjurkan. WHO dan UNICEF telah merekomendasikan pemberian suplementasi 20 mg seng per hari (10 mg per hari untuk bayi kurang dari 6 bulan) selama 10 – 14 hari pada pengelolaan diare anak kurang dari 5 tahun karena telah terbukti efektif dan aman untuk terapi pada diare. Diare akut yang tidak ditangani dengan tepat dapat memperpanja ng durasi diare yang berakibat penderita jatuh pada keadaan diare kronik, yaitu durasi diare lebih dari 14 hari.