Migrain – Penyebab, Gejala, dan Penanganan

Migrain adalah sakit kepala yang intens, kadang-kadang melemahkan fisik kita. Jenis yang paling umum dari migrain adalah mereka dengan aura (migren klasik) dan migrain tanpa aura (migren umum).

doktersehat-migrain-wanita-sakit-kepala-kekurangan-vitamin-aneurisma

Migren bisa dimulai pada masa kanak-kanak atau bisa saja tidak terjadi sampai awal masa dewasa. Wanita tiga kali lebih mungkin mengalami migrain dibandingkan pria. Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko yang paling umum untuk migrain.

Apa Apakah Gejala dan Fase Dari Migrain?
Gejala migrain dapat dimulai 1-2 hari sebelum sakit kepala itu sendiri. Hal ini dikenal sebagai tahap migrain prodormal. Gejala ini termasuk:

  • mengidam makanan
  • depresi
  • kelelahan
  • sering menguap
  • hiperaktif
  • sifat lekas marah
  • leher kaku

Beberapa orang mungkin juga mengalami aura setelah tahap prodromal. Aura dapat berupa gangguan visual seperti melihat kilatan cahaya, motorik seperti kedutan di beberapa bagian tubuh,  dan / atau gangguan bicara seperti sulit berbicara dengan jelas. Berikut ini bentuk-bentuk aura pada migrain:

  • kesulitan berbicara dengan jelas
  • merasa tusukan atau kesemutan di lengan dan kaki
  • kilatan cahaya
  • melihat suatu bentuk bayangan yang sebenarnya tidak ada
  • kehilangan penglihatan sementara

Tahap berikutnya dikenal sebagai fase serangan. Ini adalah yang paling akut atau parah dari fase ketika migrain yang sebenarnya terjadi. Gejala fase serangan dapat berlangsung dari 4jam sampai 3 hari. Gejala migrain dapat bervariasi dari orang ke orang. Beberapa gejala mungkin termasuk:

  • merasa pusing atau pingsan
  • peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan suara
  • mual
  • nyeri pada satu sisi kepala
  • kepala berdenyut atau cekot-cekot
  • muntah

Setelah fase serangan, seseorang akan mengalami fase postdrome. Selama fase terakhir ini, seseorang akan sering mengalami perubahan suasana hati dan perasaan, yang bisa berkisar dari perasaan gembira dan sangat senang, sampai merasa sangat lelah dan apatis.

Apa Penyebab Migrain?
Para peneliti belum mengidentifikasi penyebab pasti untuk migrain. Namun, peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat memicu kondisi tersebut. Ini termasuk perubahan kimia otak, seperti penurunan kadar serotonin.

Faktor-faktor yang dapat memicu migrain antara lain:

  • cahaya terang
  • cuaca yang ekstrim seperti panas yang parah atau dingin yang teramat dingin
  • perubahan tekanan udara
  • perubahan hormonal, seperti fluktuasi estrogen saat haid, kehamilan, atau menopause bagi perempuan
  • minum alkohol atau minuman berkafein
  • makanan seperti keju, makanan asin, atau makanan olahan
  • mengkonsumsi makanan tambahan, seperti aspartam (gula buatan) atau monosodium glutamat (MSG)
  • makan makanan yang memiliki tyramine aditif, yang ditemukan dalam produk kedelai, kacang fava, sosis keras, ikan asap, keju, dan anggur Chianti
  • stres berlebih
  • suara keras
  • aktivitas fisik
  • telat makan
  • kurang tidur
  • konsumsi obat-obat tertentu, seperti obat kontrasepsi oral atau nitrogliserin
  • menghirup bau yang tidak biasa
Baca Juga:  Faktor Yang Mempengaruhi Psikologi Remaja

Jika mengalami migrain, dokter mungkin menyarankan untuk membuat suatu jurnal yang berisi aktivitas sehari-hari. Jurnal itu berisi kegiatan sehari-hari, apa makanan yang dimakan, dan apa obat yang dikonsumsi sebelum migrain terjadi sehingga dapat membantu mengidentifikasi pemicu.

Apakah Resiko yang Terkait dengan Migrain?
Sakit kepala migrain dapat menyebabkan risiko dan komplikasi, baik dari sakit kepala sendiri dan dari obat yang diberikan membantu meringankan gejala migrain.

Terkadang sakit kepala migrain dapat bertahan lama, terjadi di mana saja dari 3 sampai 15 hari atau lebih dalam sebulan. Karena sakit kepala mempengaruhi kemampuan untuk berpikir jernih, penderita mungkin mengalami kesulitan di sekolah atau di tempat kerja.

Konsumsi obat anti-inflamasi non steroid (OAINS) seperti parasetamol dalam dosis tinggi atau untuk jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pengikisan dinding lambung dan terjadi perdarahan lambung. Konsumsi obat-obatan selama lebih dari 10 hari dalam sebulan selama lebih dari tiga bulan dapat menyebabkan sakit kepala berlebihan.

Obat yang diresepkan untuk mengatasi migrain adalah obat yang merangsang peningkatan serotonin. Dalam jangka panjang, konsumsi obat ini juga mengakibatkan suatu efek samping yang dikenal dengan sindrom serotonin. Obat-obatan ini meliputi:

  • duloxetine
  • fluoxetine
  • paroxetine
  • sertraline
  • sumatriptan
  • venlafaxine
  • zolmitriptan

Terlalu banyak serotonin dapat menyebabkan halusinasi, mual, muntah, agitasi, diare, dan detak jantung yang cepat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat mengancam jiwa. Seperti biasa, pastikan untuk konsumsi obat ini sesuai dengan resep dokter.

Langkah-langkah lain yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit migrain antara lain:

  • berbaring di tempat yang tenang, ruangan gelap
  • memijat kulit kepala
  • menempatkan kain dingin di atas dahi atau di belakang leher
  • banyak orang teknik pencegahan, seperti menghindari pemcu sakit kepala jika memang telah mengetahui apa pemicunya.

(dr. Ursula Penny)