4 Metode Melahirkan yang Bisa Anda Coba

Doktersehat-metode-melahirkan-alternatif
Photo Credit: Flickr.com/Erika Rock

DokterSehat.Com– Cara melahirkan paling umum yang diketahui adalah menjalani persalinan normal melalui vagina dan operasi caesar. Kini muncul banyak metode melahirkan non-konvensional yang bisa Anda pertimbangkan.

Sebelum mengenal berbagai macam metode melahirkan, ibu hamil harus paham bahwa kelahiran normal tidak selalu dapat dilakukan. Pada beberapa keadaan, prosedur operasi caesar bisa diperlukan.

Berikut ini beberapa metode melahirkan yang aman dipilih, di antaranya:

  1. Water birth

Metode melahirkan water birth diklaim bisa mempermudah proses persalinan. Berada di dalam air hangat dapat meringankan rasa sakit akibat kontraksi, layaknya mandi air hangat membantu meringankan sakit perut atau nyeri punggung.

Proses persalinan metode ini berlangsung di kolam buatan berisi air bersih dan hangat setinggi pinggang. Selain itu, berada dalam air selama kontraksi awal (jika rahim belum membuka hingga 10 sentimeter) telah diketahui bisa mengurangi rasa sakit yang memerlukan bantuan obat.

Beberapa wanita memilih untuk keluar dari kolam setelah kontraksi awal berakhir, namun dalam metode water birth yang sebenarnya, bidan atau dokter akan meminta Anda untuk tetap berada dalam air sampai proses persalinan usai seluruhnya.

Apakah air bisa masuk melalui indra pernapasan bayi? Jawabannya adalah tidak. Bayi yang baru lahir tidak bernapas sampai ia terpapar udara untuk pertama kali.

Keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari metode melahirkan water birth adalah:

  • Air hangat membawa efek rileks sekaligus membantu Anda mengatur pernapasan lebih tenang.
  • Mengejan dalam posisi berjongkok atau duduk di dalam air dapat mempermudah proses persalinan.
  • Air hangat dalam kolam akan terasa seperti air dalam uterus (rahim) untuk bayi Anda. Bayi yang lahir di dalam air sering kali tenang dan menangis lebih sedikit dibanding bayi yang lahir normal.

Namun, water birth juga memiliki risiko, salah satunya adalah infeksi. Ketika Anda mendorong untuk melahirkan bayi, kemungkinan Anda akan sekaligus mengeluarkan feses.

  1. Hypnobirthing

Metode melahirkan hypnobirthing memiliki efek positif karena memungkinkan ibu hamil tetap tenang dan terkendali pada saat proses melahirkan. Hypnobirthing mengajarkan relaksasi yang mendalam. Dengan demikian hormon endorfin dan hormon oksitosin akan meningkat.

Kedua hormon ini memberi efek menguntungkan pada persalinan. Salah satunya adalah karena endorfin merupakan pereda nyeri alami tubuh. Dengan demikian, ibu hamil akan merasa lebih tenang, sehingga proses persalinan yang lancar dan lebih nyaman dapat tercapai.

Teknik hypnobirthing yang diajarkan akan membuat ibu hamil mengenali tubuh sendiri dan tahu apa yang terjadi pada tubuh selama hamil dan melahirkan. Pada akhirnya metode ini dapat mengurangi kecemasan, kelelahan, stres, dan rasa sakit.

  1. Melahirkan di rumah

Metode melahirkan di rumah atau home birth memang belum umum dilakukan di Indonesia. Metode ini bertujuan agar ibu hamil tetap berada di lingkungan rumah yang nyaman dan santai, sehingga persalinan dapat berjalan lancar.

Home birth dianggap melindungi wanita dari tindakan sayatan atau pemberian obat yang sebenarnya tidak perlu. Meskipun demikian, banyak dokter yang tidak menganjurkan metode yang satu ini. Alasannya adalah jika ternyata ada hal darurat tidak dapat ditangani dengan cepat karena di rumah tidak ada peralatan medis yang memadai.

  1. Akupuntur

Melahirkan dengan bantuan akupuntur diklaim bisa mempermudah proses kelahiran. Menurut sebuah penelitian, ibu hamil yang menerima akupuntur merasakan rasa sakit ringan yang jauh lebih bisa ditoleransi dan tidak meminta bantuan obat bius epidural.

Sementara itu, terapi rutin akupunktur yang dilakukan sejak masa kehamilan akan mengurangi risiko penggunaan suntik epidural, serta disebut dapat membantu mengubah posisi bayi yang sungsang menjadi posisi normal.

Nah, itulah berbagai metode melahirkan alternatif yang bisa Anda lakukan. Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan—yang mungkin saja terjadi pada saat Anda menggunakan salah satu metode di atas.