Methampyrone (Antalgin) – Dosis, Indikasi, Peringatan

Nama: Methampyrone
Nama dagang: Antalgin, Baralgin M, Camidon, Caranal, Cornalgin, Defamidon, Duralgin, Emmer, Erlidon, Erpha Vitalgin, Expogin, Foragin, Ginifar, Hufanal, Iphalgin, Iphamidon, Kokogin, Mepron, Nalget, Neonovapyron, Neupharalgin, Neuroval, Novalgin, Oralgin, Panstop, Pronto, Rapidon, Ronalgin, Samtalgin, Scanalgin, Sohogin, Suwalgin, Trovinal, Vardiksia, Wiolgin, Yekalgin
Sediaan: kaplet 500 mg
Kelas: NSAID (obat anti inflamasi non steroid)



Obat lain yang termasuk NSAID: asam asetilsalisilat, aspirin, celecoxib, diklofenak, diflunisal, ibuprofen, fenoprofen, etodolac, flurbiprofen, famotidine, ketoprofen, ketorolac intranasal, nabumetone, meloxicam, oxaprozin, piroxicam, salsalate, sulindac, tolmetin

Dosis dan Indikasi

Sebuah obat yang memiliki analgesik, anti-inflamasi, dan sifat antipiretik. Ini adalah natrium sulfonat dari AMINOPYRINE. Karena risiko efek samping yang serius penggunaannya dibenarkan hanya dalam situasi yang serius di mana tidak ada alternatif yang tersedia atau sesuai

Sakit kepala, skiatika (rasa sakit pada pinggul/pangkal paha dan paha), nyeri otot, sakit gigi, neuralgia (nyeri pada saraf), nyeri.

Dosis dewasa: 500 mg / pemberian, diberikan 3 – 4 kali sehari, dosis maksimal: 2000 mg/hari
Dosis anak: 250 mg / pemberian, diberikan 3 – 4 kali sehari, dosis maksimal 1000 mg/hari
Cara pemakaian: dikonsumsi bersamaan dengan makanan

Efek Samping

  • Reaksi hipersensitifitas
  • Urtikaria (biduran)
  • Gatal-gatal
  • gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, rasa tidak nyaman atau nyeri ulu hati

Peringatan
Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas
  • Hamil dan menyusui.
  • Gangguan perdarahan.

Perhatian

  • Sindroma neuropati (pada penggunaan jangka panjang).
  • Gangguan ginjal dan hati.
  • Interaksi obat : antikoagulan, kortikosteroid, antireumatik.
  • gunakan secara hati-hati pada penderita ulkus peptikum, gangguan hemostatik atau dalam pengobatan antikoagulan, penyakit liver berat, kehamilan khususnya pada akhir masa kehamilan, ibu menyusui, bayi dan riwayat diskrasia darah.
  • Segera hentikan pemberian apabila timbul gejala berikut ini : demam, nyeri tenggorokan, sariawan, gejala ulkus peptik, dan perdarahan pada saluran pencernaan.
Baca Juga:  Salmeterol - Peringatan (2)

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori C
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, sebaiknya tidak digunakan