Meski Terkena Ankylosing Spondylitis, Pria Ini Tetap Berhasil Menjadi Founder dan CEO Start-Up Fintech Sukses di Indonesia

DokterSehat.Com – Berita tentang Sulami, wanita Berusia 35 tahun yang berasal dari Sragen, Jawa Tengah yang menderita penyakit ankylosing spondylitis, sedang menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, Sulami kesulitan untuk menggerakkan badannya akibat persendian pada tubuhnya menyatu, kaku, dan bahkan disebutkan menjadi seperti ‘manekin’. Meskipun terlihat sangat mengerikan, penyakit yang diketahui belum ada obatnya ini ternyata juga menyerang seorang pria yang saat ini menjadi CEO dari salah satu Start-Up Fintech tersukses di Indonesia. Bagaimanakah perjuangan luar biasa dari pria yang satu ini untuk mencapai kesuksesan meskipun juga mengidap penyakit ankylosing spondylitis?

doktersehat-nyeri-sendi-gangguan-autoimun

CEO yang tidak mau disebutkan namanya ini diketahui terkena penyakit ankylosing spondylitis karena faktor keturunan. Ayah dari pria ini diketahui juga terkena penyakit yang sama. Beliau sendiri baru tahu jika Ia juga menderita penyakit ini pada tahun 2006 silam. Gejala awal dari penyakit ini adalah munculnya rasa sakit yang luar biasa pada persendian lututnya. Ia pikir hal ini adalah hal yang biasa saja sehingga tidak segera diperiksakan ke dokter. Namun, begitu terbangun dari tidur keesokan harinya, sendiri lututnya membengkak hingga hampir 2 kali lipat dan dipenuhi dengan cairan nanah. Ia pun kemudian segera memeriksakan kondisi ini ke dokter dan akhirnya terkejut tatkala sang dokter mendiagnosisnya terkena penyakit langka ankylosing spondylitis ini.

Untuk memulihkan kondisi sendi lututnya yang membengkak, dokter pun akhirnya melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan cairan nanah ini. Selain itu, Ia juga diminta untuk meminum obat anti inflamasi. Setelah operasi ini, pria ini juga harus melakukan fase pemulihan selama 4 minggu. Pada awalnya, Ia memang kesulitan untuk berjalan. Beruntung, karena beliau tekun untuk melakukan olahraga ringan dan menjalani terapi yang dianjurkan oleh dokter, gejala dari penyakit ankylosing spondylitis ini pun mulai berkurang.

Mengingat penyakit ankylosing spondylitis ini belum ditemukan obat penyembuhnya, maka ada saatnya penyakit ini pun terkadang memasuki tahap flare, kondisi dimana persendiannya kembali kambuh dan menunjukkan gejala layaknya bengkak, kaku, dan terasa sakit. Hal ini kerap kali terjadi saat Ia mengalami stress, kurang istirahat, dan saat kurang baik dalam menjaga pola makan. Hanya saja, karena terus tekun melakukan olahraga ringan, menata pola makan yang sehat, dan mengelola stress dengan baik, pria ini berhasil memperlambat gejala pengerasan pada persendian sehingga tetap bisa berkarya sebagai CEO dari salah satu Fintech Start-Up terbaik di tanah air.

Penyakit ankylosing spondylitis memang sangat mengerikan andai tidak menjaga gaya hidup yang sehat, bisa jadi persendian pada tubuh bisa menyatu sehingga akan membuat tubuh tak lagi bisa digerakkan, namun, pria ini berkata jika penyakit ini sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan secara berlebihan. Menurut beliau, setiap orang mengalami gejala dan perkembangan penyakit ini yang berbeda-beda. Asalkan tetap menjaga gaya hidup yang sehat, maka persendiannya tidak mudah kaku atau terasa sakit sehingga penderitanya tetap bisa beraktifitas secara normal layaknya orang-orang pada umumnya. Kuncinya ada pada pengelolaan gaya hidup.

Tak hanya dengan rutin mengkonsumsi obat-obatan dan menerapkan gaya hidup yang sehat, beliau juga memberikan tips bagi penderita ankylosing spondylitis untuk tetap percaya diri dan berenang secara teratur. Hanya saja, memang ada baiknya penderita penyakit ini tidak melakukan olahraga yang terlalu berat. Beliau pun berkata jika meskipun sudah tervonis oleh penyakit mengerikan ini, bukan berarti akan menghambatnya untuk terus berkarya.