Meski Sudah Berusia 100 Tahun, Fruit Cake Ini Nyaris Bisa Dimakan

DokterSehat.Com– Makanan-makanan seperti kue biasanya hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Setelahnya, terjadi perubahan tekstur, rasa, bau, atau bahkan mulai ditumbuhi oleh jamur sehingga tidak bisa dimakan. Karena alasan inilah kita kerap diminta untuk segera menghabiskan kue agar kue ini tidak menjadi basi nantinya.



Namun, sebuah ekspedisi yang dilakukan oleh The Antarctic Heritage Trust di benua yang paling dingin di seantero bumi, Antartika, justru menemukan sebuah kue berjenis fruit cake yang sudah berusia 100 tahun. Yang luar biasa adalah, meski usia kue ini jauh lebih tua dari usia kebanyakan umat manusia, kue ini sepertinya masih bisa dimakan.

Fruit cake ini ditemukan di semenanjung Cape Adare di benua yang sepanjang tahun ditutupi oleh es yang sangat dingin ini. Saat ditemukan, kue yang dibuat oleh perusaahan makanan terkemuka dari Inggris, Huntley & Palmers, masih terbungkus rapi di dalam kertas dan disimpan dalam kotak yang dilapisi oleh timah. Kotak timah ini memang terlihat sudah rusak, namun kue di dalamnya terlihat seperti masih bisa dimakan.

Pihak Heritage Trust menduga bahwa fruit cake ini berasal dari ekspedisi Terra Nova yang dipimpin oleh orang Inggris disebut Robert Falcon Scott. Scott sendiri pada tahun 1910-an memang berambisi menjadi orang pertama yang bisa mencapai Kutub Selatan. Sayangnya, meski pada tanggal 18 Januari 1912 Scott berhasil mencapai tempat tersebut, Ia sangat kecewa karena di Kutub Selatan sudah tertancap bendera Norwegia. Tak hanya gagal menjadi orang pertama yang mencapai Kutu Selatan, Scott dan tim ekspedisinya juga meninggal dunia saat mencoba untuk pulang.

Lizzie Meek, manajer dari program konservasi artefak menyebut fruit cake adalah makanan yang kaya energi dan sangat cocok untuk dikonsumsi di iklim yang dingin dan keras di Antartika. Dalam kondisi biasa, kita bisa membuat atau menyimpan fruit cake ini hingga lebih dari setahun dan tetap bisa dikonsumsi.