MERS, Bagaimana Penyebaran dan Resiko Kematian

Dengan tidak adanya obat antivirus atau vaksin untuk mengobatinya , penyakit MERS telah disebut “killer bug” dengan alasan yang bagus. Di Arab Saudi setidaknya terdapat 414 orang telah terinfeksi dan lebih dari 1/4 nya yaitu 115 orang telah meninggal – bahkan beberapa dari mereka petugas kesehatan yang tertular dari pasien .



Periode antara paparan virus dan gejala berkembang ( batuk , demam , sesak napas ) adalah 5 hingga 14 hari sebagai periode inkubasi – yang adalah waktu yang lama untuk menunggu. Mers adalah jenis baru dari coronavirus , keluarga infeksi virus yang menyebabkan pilek umum serta penyakit SARS yang sempat membuat Asia Tenggara dulu guncang ( sindrom pernafasan akut parah ).

Mers menyebabkan infeksi pernapasan yang menyebabkan pneumonia dan , berpotensi menyebabkan gagal ginjal . Virus ini dapat ditularkan melalui kontak secara dekat antar orang tetapi tidak menyebar dengan mudah. Juga perlu diketahui Mers bukan virus yang kuat dan dapat dibunuh oleh desinfektan rumah tangga sebagimana hasil didiagnosis dengan tes laboratorium. Sehingga pastikan rumah anda selalu anda bersihkan menggunakan karbol pembunuh kuman.

Ada bukti yang berkembang bahwa virus berasal dari unta di Timur Tengah. Sangat disaarankan wisatawan yang ke Timur Tengah untuk menghindari ” kontak yang tak perlu dengan unta ” , termasuk daging unta mentah atau susu unta mentah. Untuk menghindari penyebaran infeksi antar manusia , Anda harus mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan sepenuhnya kering, hindari menyentuh mata, hidung atau mulut terlalu sering untuk mencegah virus menginfeksi anda. Usahakan selalu menutup mulut saat batuk atau bersin .

Departemen Kesehatan di Arab Saudi merekomendasikan bahwa orang-orang di atas 65 atau dengan penyakit kronis , wanita hamil , dan anak-anak di bawah 12 menunda setiap ziarah sementara mengingat jumlah orang yang terinfeksi Mers meningkat .

Baca Juga:  Konsumsi Nasi Lawan Kanker Usus

Tetapi virus ini bukan berarti akhir dari segalanya sebagaimana perkataan W Ian Lipkin dari Columbia University epidemiologi “Saya optimis bahwa kita akan megatasi ini, Saya pikir kita akan dapat menghentikan wabah ini . ” Ia juga mengatakan bahwa banyak kasus penyakit dapat ditelusuri kembali ke unta – sebuah ” waduk besar ” dari infeksi di Semenanjung Arab . Ia memperkirakan bahwa mayoritas unta di Arab Saudi adalah , atau telah , terinfeksi MERS .

Bagaimana MERS menyebar . Para ilmuwan tahu bahwa MERS dapat menyebar dalam sekresi pernapasan , kata Perl , yang merupakan bagian dari tim yang meneliti penyakit ini. Bukti yang muncul bahwa virus ternyata dapat bertahan hidup pada permukaan, yang berarti MERS mungkin menyebar melalui sentuhan. Ia menyatakan bahwa setelah pasien terkena penyakit parah kemungkinan terjadi kematian masih tetap ” di kisaran 60 % . ”

Harapan untuk penyembuhan ?

Saat ini, dokter mengobati MERS dengan mengendalikan gejala , namun para peneliti mulai berusaha memerangi virus secara langsung, kata Perl . Dokter sedang mengusahakan dosis untuk manusia yang diperuntukkan untuk membantu sistem kekebalan tubuh mereka sendiri dalam melawan MERS. Saat ini peneliti juga membuat vaksin untuk unta yang mungkin dapat mencegah penyebaran MERS pada manusia.

“Ini bukan pengobatan manusia tetapi ini adalah bentuk strategi pencegahan semacam seperti rabies , di mana kita melakukan vaksinasi pada hewan dan bukan manusia.”