Menyusui Ternyata Bisa Membuat Ibu Membakar Kalori Cukup Banyak

DokterSehat.Com – Banyak ibu yang baru melahirkan sangat risau dengan bentuk tubuh dan berat badannya yang sangat tidak ideal. Sayangnya, untuk melakukan diet ketat, mereka juga menghadapi fakta bahwa mereka harus mengkonsumsi banyak makanan sehat dengan gizi seimbang demi memberikan ASI penuh gizi dan nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan dan pertumbuhan bayi. Beruntung, menyusui ternyata memberikan banyak manfaat bagi bayi dan ibu hamil dan bahkan menyusui ini bisa menjadi mekanisme alami ibu untuk menurunkan berat badannya secara alami. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-asi-ibu-menyusui-anak-cerdas

Pakar kesehatan menyebutkan jika ibu yang rutin memberikan ASI setiap harinya ternyata bisa membakar kalori dalam jumlah yang cukup banyak, yakni 300 hingga 500 kalori per harinya. Di dalam setiap ons ASI yang diproduksi oleh ibu hamil, ibu sudah bisa membakar 20 kalori. Padahal, dalam sehari rata-rata bayi akan menyusu hingga 19-30 ons ASI yang berarti ibu akan membakar kalori sebanyak 380 hingga 500 kalori setiap harinya.

Pola makan ibu hamil yang cenderung lebih sehat dan mementingkan kadar gizi yang seimbang ternyata juga ikut membantu program penurunan berat badan. Bagaimana tidak, ibu menyusui akan mendapati sistem pencernaannya menjadi jauh lebih sehat dan lebih lancar sehingga tidak akan membuat penumpukan lemak yang bisa memicu masalah berat badan.

Ada banyak sekali manfaat menyusui lainnya bagi ibu hamil. Sebagai contoh, dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di dalam jurnal Breastfeeding Medicine, ibu yang memberikan asupan ASI eksklusif bagi buah hatinya setidaknya dalam enam bulan pertama usia bayi akan membuat bayi memiliki harapan hidup jauh lebih panjang sekaligus menurunkan resiko terkena kanker payudara. Tak hanya itu, ibu yang menyusui bayinya akan menurunkan resiko terkena diabetes tipe 2 andai ibu mengalami diabetes gestasional saat hamil. Hal ini sangatlah kontras jika dibandingkan dengan ibu yang memberikan susu formula pada bayi yang justru lebih beresiko terkena diabetes di kemudian hari.