Menurut Pakar Kesehatan, Ini Waktu Terbaik Untuk Makan

DokterSehat.Com– Mengingat apa yang kita makan bisa menentukan kondisi kesehatan tubuh kita, maka ada baiknya kita tidak sembarangan dalam mengkonsumsi makanan. Tak hanya selalu memastikan makanan yang kita konsumsi memiliki kadar gizi yang seimbang, ada baiknya kita juga memperhatikan frekuensi dan waktu yang tepat untuk melahap makanan.

doktersehat-makan-bersama

Pakar kesehatan Valter Longo, Ph.D yang berasal dari University of Southern California, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa meskipun kita sudah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, namun jika kita memakannya hingga lima atau enam kali dalam sehari, maka kita justru akan beresiko terkena masalah kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tubuh manusia yang sebenarnya tidak didesain untuk makan sepanjang waktu. Sayangnya, kebanyakan orang akan tetap terus makan atau ngemil terkecuali saat mereka tertidur. Karena alasan inilah kasus kegemukan sangat banyak terjadi di seluruh dunia.

Lantas, bagaimanakah kita sebaiknya menata waktu makan kita? Ada baiknya kita makan tiga kali sehari dan diselingi dengan konsumsi camilan diantaranya. Hanya saja, camilan ini juga tidak boleh yang sembarangan karena jika camilan ini tidak sehat, kita akan meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes atau penyakit jantung. Pakar kesehatan sendiri menyarankan kita untuk mengkonsumsi camilan yang tidak melebihi 100 kalori seperti buah-buahan yang memang kaya akan nutrisi yang menyehatkan.

Dalam sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan di University of Pennsylvania, ditemukan fakta bahwa waktu terbaik untuk makan adalah diantara jam 8 pagi hingga jam 7 malam. Dalam penelitian ini, sekelompok partisipan diminta untuk makan 3 kali sehari diantara jam 8 pagi dan jam 7 malam selama 8 pekan. Sementara itu, kelompok partisipan lainnya diminta untuk makan dari tengah hari hingga jam 11 malam. Hasilnya adalah, mereka yang makan pada durasi waktu pertama cenderung mampu menurunkan berat badannya dengan baik dan mengalami perbaikan kondisi kolesterol, trigliserida, hingga kadar gula darah. Hal yang berkebalikan justru terjadi pada kelompok kedua.

Baca Juga:  Berkat Diet Ketogenik, Wanita Ini Bisa Menurunkan Berat Badan Hingga 45 Kg!

Pakar kesehatan Namni Goel, Ph.D menyebutkan bahwa waktu makan yang kedua atau yang lebih dekat dengan waktu tidur cenderung berpengaruh buruk bagi sistem metabolisme tubuh. Hal ini berimbas pada terganggunya ritme tubuh saat memproduksi hormon dan akhirnya memicu kegemukan.