Menurunkan Berat Badan Menjelang Kehamilan

DokterSehat.Com – Kehamilan dengan berat badan yang ideal jauh lebih baik bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Jika seorang wanita memiliki berat badan yang berlebih dan sedang merencanakan kehamilan, ada baiknya untuk menurunkan berat badan terlebih dahulu.

doktersehat-usg-hamil-dokter-menurunkan-berat-badan

Berat badan yang berlebih dapat terjadi akibat penambahan berat badan secara alamiah seiring berjalannya waktu atau bisa juga dari berat badan yang belum mengalami penurunan sejak kehamilan sebelumnya. Apapun penyebabnya, ibu hamil yang memiliki berat badan ideal pada awal kehamilannya akan memiliki energi yang lebih banyak dan memiliki risiko yang lebih kecil mengalami masalah selama kehamilan.

Sulit untuk hamil
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dapat mempersulit seorang wanita untuk dapat hamil. Berat badan yang berlebih juga mempengaruhi hormon-hormon reproduksi dan proses ovulasi sel telur.

Jika seorang wanita memiliki berat badan ideal, dengan BMI antara 20-25, dia akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat hamil, menurut NHS Amerika. Jika BMI ?25, maka dia kelebihan berat badan (overweight). Dengan BMI >30 (obese), peluang untuk hamil akan menurun.

Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu untuk dapat hamil pada wanita dengan berat badan ideal adalah 3 bulan, sedangkan pada wanita dengan berat badan berlebih tertunda hingga 8 bulan.

Risiko memiliki berat badan berlebih
Semakin tinggi angka BMI, semakin besar risiko mengalami masalah kesehatan selama kehamilan. Dengan BMI lebih dari 30, risiko meningkat hingga 3 kali lipat untuk menderita diabetes gestasional (diabetes pada ibu hamil) daripada BMI kurang dari 30. Mengalami diabetes gestasional meningkatkan risiko untuk mengalami diabetes untuk seterusnya setelah melahirkan. Mengalami diabetes gestasional akan meningkatkan berat badan bayi dalam kandungan, sehingga dapat menimbulkan risiko yang berbahaya pada saat persalinan baik bagi bayi maupun ibunya. Selain itu, overweight dan obesitas juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, preeklamsia, dan terbentuknya bekuan darah yang dapat menyebabkan komplikasi saat persalinan.

Jangan mengeliminasi satu kelompok makanan
Jadi, bagaimana cara untuk menurunkan berat badan? Diet rendah lemak bukanlah cara yang tepat, apalagi diet sangat rendah kalori (very low calorie diet) yang malah dapat membuat tubuh kekurangan zat gizi yang penting. Diet dengan menghilangkan kelompok makanan tertentu, misalnya diet rendah karbohidrat saja, tidak akan memberikan manfaat. Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti roti, pasta, dan nasi, tetapi pastikan jumlah dan proporsinya tepat.

Jika ingin menurunkan berat badan, lebih baik fokus pada menghindari makanan dalam kemasan, makanan yang tinggi kalori, makanan manis dan berlemak, serta perbanyak bergerak. Masa-masa sebelum kehamilan bukanlah waktu untuk membatasi asupan kalori hingga level yang terlalu rendah, melainkan waktu untuk meningkatkan asupan antioksidan dengan mengonsumsi buah dan sayuran yang berwarna-warni.

Baca Juga:  Tanda Bahaya Kehamilan Yang Perlu Diketahui

Masa-masa sebelum hamil adalah masa dimana diet yang kaya nutrisi merupakan hal yang sangat penting. Jadi, wanita yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya melakukan diet yang sehat dan seimbang termasuk mengonsumsi banyak buah dan sayur, sereal yang menggunakan gandum utuh, serta susu rendah lemak, biji-bijian, kacang-kacangan, dan daging tanpa lemak.

Perlunya vitamin dan mineral
Mengonsumsi berbagai macam makanan termasuk semua kolompok makanan yang penting: makanan yang mengandung protein dan daging, susu atau makanan lain yang tinggi kalsium, buah dan sayuran, dan makanan yang mengandung karbohidrat akan menjaga keseimbangan nutrisi sekaligus dapat mengendalikan berat badan. Kurangi minyak, lemak, cemilan berkalori tinggi, serta hindari alkohol. Diet dengan menghilangkan satu kelompok makanan memiliki efek yang negatif karena menyebabkan tubuh kekurangan vitamin dan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung kehamilan.

Sabar
Penurunan berat badan yang sehat adalah berkisar antara 0,5-1,0 kg maksimal tiap minggunya. Tujuan jangka panjangnya adalah kesehatan bayi pada saat dilahirkan nantinya, anggap ini sebagai motivasi untuk diet yang sehat. Penurunan berat badan besar dari 0,5-1,0 kg per minggu artinya lebih banyak air dan protein otot yang hilang, bukan lemak.

Makan lebih sedikit
Makanan yang dimakan harus mengandung semua kelompok makanan, tetapi lebih sedikit makanan tinggi kalori tinggi lemak, misalnya mentega, kue-kue, dan gorengan. Kecilkan jumlah dan ukuran cemilan. Ganti paling tidak satu cemilan dalam satu hari dengan sepotong buah yang berkalori rendah, dan baca label pada kemasan makanan untuk memilih cemilan dengan kandungan kalori kurang dari 100 kal. Hindari alkohol karena alkohol adalah minuman berkalori tinggi.

Lebih banyak bergerak
Masukkan olahraga dalam daftar kegiatan rutin. Olahraga membuat badan lebih segar, membantu tubuh membakar lemak dan bukan protein otot, serta memperkuat tulang. Imbangi olahraga dengan diet yang sehat. Jika hobi nyemil tidak bisa dihilangkan, imbangi dengan banyak berjalan kaki. Pilih olahraga yang disukai, atau boleh juga mengikuti kelas senam dan sejenisnya.

Panduan NICE Amerika pada penurunan berat badan menjelang kehamilan menyarankan untuk melakukan aktivitas seperti berjalan, bersepeda, aerobik, dan berkebun sebagai bagian dari aktivitas harian serta untuk memilih menaiki tangga daripada menaiki lift. Aktivitas apapun yang meningkatkan kebugaran sekaligus membakar kalori dalam satu waktu merupakan hal baik.

Konsultasi
Konsultasikan dengan dokter, perawat, bidan, atau ahli gizi mengenai rencana diet yang dibuat. Tenaga kesehatan seperti mereka dapat membantu memperkirakan keluaran yang akan dicapai serta memberikan ide-ide tambahan yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Boleh juga bertanya pada orang yang pernah menjalani diet untuk menurunkan berat badan menjelang kehamilan dan telah berhasil dengan diet tersebut.

Semoga bermanfaat.