Menopause Dini Bisa Menimpa Wanita Perokok

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum dimana kebiasaan merokok akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan tubuh kita. Dampak negatif ini bahkan tidak mengenal usia, jenis kelamin, bahkan status sebagai perokok aktif maupun perokok pasif. Indonesia sendiri memiliki banyak warga yang cenderung merokok dengan bebas dimana saja, termasuk diantaranya adalah kaum wanita. Selain bisa meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit berbahaya, kebiasaan merokok ternyata juga bisa memberikan dampak buruk lain bagi kaum hawa, yakni semakin cepatnya fase menopause akan tiba.

shutterstock_216024766 copy

Jurnal Tobacco Control merilis sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Andrew Hyland dari Roswell Park Cancer Institute, New York, dimana penelitian yang melibatkan 88.000 wanita ini menemukan fakta dimana kebiasaan merokok, baik itu menjadi perokok pasif maupun perokok aktif akan membuat wanita mengalami masalah kesuburan dan juga menopause dini. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 ini bahkan menemukan banyak wanita yang mengalami menopause sebelum usia 50 tahun karena seringnya terkena paparan asap rokok setiap hari.

Wanita yang tidak pernah merokok akan memiliki resiko mendapatkan masalah ketidaksuburan 14 persen lebih rendah dan bahkan 26 persen lebih rendah mendapatkan masalah menopause dini jika dibandingkan dengan mereka yang rutin merokok. Yang mengerikan adalah, menopause yang datang terlalu awal ternyata juga ikut berkaitan dengan resiko kematian. Saat wanita hanya menjadi perokok pasif dan sering terpapar asap rokok selama 10 tahun atau lebih lama, maka masalah kesuburan dan menopause dini ini akan meningkat hingga 18 persen.

Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan pun semakin gencar dalam menyerukan para perokok, khususnya kaum wanita untuk menghentikan kebiasaan buruk ini dan juga mulai menghindari paparan asap rokok sebisa mungkin. Selain masalah kesuburan dan menopause dini, wanita perokok, khususnya yang sedang hamil akan beresiko melahirkan bayi secara prematur, mengalami kecacatan, berat badan bayi yang terlalu rendah, hingga kematian di dalam rahim.