Menopause dan Perimenopause

DokterSehat.ComApa itu menopause?
Menopause adalah berakhirnya menstruasi yang menetap. Menopause bukan merupakan suatu penyakit, melainkan merupakan titik balik yang dapat berdampak besar dalam kehidupan seorang wanita. Meskipun menimbulkan berbagai gejala fisik seperti hot flash, keringat malam, dan gejala lain, menopause juga bisa menjadi awal dari fase baru yang berharga dalam kehidupan seorang wanita – dan menjadi kesempatan emas untuk menjaga tubuh terhadap risiko penyakit seperti penyakit jantung dan osteoporosis.

doktersehat-panas-malam-hari-hot-flashes-menopause

Apa penyebab menopause?
Usia merupakan penyebab utama menopause, yaitu pada akhir usia subur wanita, dimana fungsi ovarium perlahan-lahan akan semakin menurun. Beberapa tindakan operasi dan obat-obatan tertentu ada yang dapat memicu menopause lebih cepat, misalnya operasi pengangkatan kedua ovarium (ooforektomi bilateral), kemoterapi, dan terapi radiasi (sinar) di daerah panggul. Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) tanpa mengangkat ovarium tidak dapat memicu menopause lebih dini, meskipun wanita yang menjalani operasi ini tidak akan mengalami menstruasi lagi.

Kapan menopause mulai terjadi?
Menopause terjadi pada usia rata-rata 51 tahun, tetapi mungkin juga sebelum atau setelahnya. Beberapa wanita mengalami menopause pada usia sekitar 40 tahun dan hanya sedikit yang mengalaminya pada usia sekitar 60 tahun. Wanita yang memiliki kebiasaan merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal daripada wanita yang bukan perokok. Belum ada cara yang terbukti secara pasti dapat menentukan usia terjadinya menopause. Seorang wanita hanya bisa dinyatakan telah mengalami menopause jika sudah tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa penyebab lain.

Apa yang dimaksud dengan perimenopause (masa sebelum menopause)?
Menopause terjadi secara perlahan-lahan. Ovarium tidak berhenti bekerja begitu saja; tetapi kerjanya menurun secara bertahap. Fase transisi dari usia subur ke menopause disebut dengan perimenopause. Pada masa ini, fungsi ovarium mulai menurun, dan meskipun periode menstruasi menjadi tidak menentu, ovarium masih bisa bekerja melepaskan sel telur, walaupun tidak rutin setiap bulan seperti saat masih dalam usia subur. Oleh karena itu, pada masa perimenopause ini, seorang wanita masih mungkin mengalami kehamilan.

Apa yang akan terjadi pada masa menopause?
Terjadinya menopause tidak sama pada setiap wanita. Beberapa wanita mengalami menopause tanpa masalah; sedangkan wanita lainnya mengalami gejala berat yang sangat mengganggu kehidupan mereka. Apalagi pada menopause mendadak akibat tindakan operasi atau obat-obatan, tentu diperlukan upaya yang lebih keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi ini. Di bawah ini beberapa gejala yang sering dialami para wanita pada masa menopause, meskipun berat ringannya gejala tersebut dapat bervariasi.

  • Perubahan fase menstruasi
    Semakin mendekati masa menopause, periode menstruasi akan berubah. Perubahan tersebut bervariasi pada setiap wanita – mungkin waktunya lebih lama atau lebih sebentar, mungkin lebih banyak atau lebih sedikit, mungkin juga lebih sering atau lebih jarang. Perubahan tersebut normal, tetapi disarankan memeriksakan diri ke dokter bila jarak dua periode menstruasi sangat dekat, bila terjadi perdarahan berat atau bercak-bercak perdarahan yang terus-menerus, atau bila menstruasi berlangsung selama lebih dari satu minggu.
  • Hot flash
    Hot flash adalah adanya rasa panas yang mungkin membuat wajah dan leher memerah, menimbulkan bercak-bercak kemerahan di dada, punggung, dan lengan yang bersifat sementara. Dapat juga diikuti dengan gejala berkeringat dan menggigil. Hot flash umumnya terjadi antara 30 detik sampai 10 menit. Hot flash dapat diatasi dengan mengenakan pakaian yang berbahan ringan, menggunakan kipas, olahraga teratur, menghindari makanan pedas dan udara panas, serta mengendalikan stres emosional.
  • Masalah dalam hubungan seksual
    Berkurangnya estrogen dapat mengakibatkan vagina menjadi kering sehingga terasa tidak nyaman atau nyeri saat berhubungan seksual. Dapat juga terjadi perubahan libido, tetapi berbagai faktor selain menopause – misalnya stres emosional, obat-obatan, depresi, kurang tidur, dan faktor lain – dapat mempengaruhi gairah seksual. Bila timbul masalah dalam berhubungan seksual, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hindari seks yang tidak aman.
Baca Juga:  Pengobatan Alternatif Gagal Ginjal

Bagaimana mengatasi gejala berat pada menopause?
Jika gejala-gejala menopause dirasa sangat mengganggu kehidupan, disarankan untuk menghubungi dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat-obatan untuk meredakan gejala dan memberikan informasi mengenai diet, olahraga, tidur yang berkualitas, dan pengendalian stres sesuai dengan kebutuhan.

Apa saja risiko kesehatan pada masa menopause?
Menopause meningkatkan risiko penyakit jantung dan osteoporosis. Namun, tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan baik seperti memperbaiki pola makan, olahraga teratur, dan mengendalikan stres. Tidak ada salahnya juga untuk memeriksakan tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah secara teratur.