Menkes RI: Masyarakat Indonesia Masih Kurang Peduli Pada Kesehatan

DokterSehat.Com – Di sela-sela acara Kongres Nasional Perhimpunan Dokter Spesialis THT dan Bedah Kepala Leher di Solo pada 25 Agustus kemarin, Menteri Kesehatan Indonesia, Nila F Moeloek, menyebutkan jika tingkat kesadaran masyarakat akan kesehatan masih dalam level yang sangat rendah dan cenderung mengkhawatirkan. Pernyataan ini didasari oleh masih banyaknya orang yang menyepelekan gaya hidup sehat layaknya dengan masih merokok, menyukai makanan berminyak, dan berbagai hal lainnya. Gaya hidup masyarakat yang masih sangat tidak rendah inilah yang membuat angka penderita beberapa jenis penyakit berbahaya masih tinggi.

doktersehat-orang-tua-wanita-sehat-sayur-buah

Memang, Menkes mengakui jika pelayanan kesehatan yang masih belum merata di berbagai penjuru tanah air ikut berandil besar pada tingginya angka penderita beberapa penyakit berbahaya, khususnya persebaran dokter umum, dokter spesialis, dan berbagai tenaga kesehatan lain yang masih cenderung hanya berpusat pada kota-kota besar saja, namun, Menkes dan semua pihak yang terlibat di dunia kesehatan tanah air sedang berusaha keras untuk memperbaiki semua masalah ini dengan cara memperkuat peran Puskesmas yang biasanya berada di tingkat kecamatan dan berusaha untuk mendistribusikan tenaga medis dengan lebih baik ke berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Kesehatan pun sudah menggandeng beberapa Perhimpuan tenaga medis layaknya Bidan, Dokter Anak, Dokter Bedah, Anastesi, hingga Dokter Spesialis yang diharapkan mulai mengirim berbagai dokter yang baru lulus dari pendidikan spesialis ke berbagai tempat yang lebih terpelosok sebagai salah satu pengabdian pada masyarakat. Dengan adanya cara ini, diharapkan masyarakat lebih baik dalam mendapatkan layanan kesehatan sekaligus semakin menyadari pentingnya menjaga keseahtan.

Dari data yang dihimpun oleh Perhimpunan Dokter Spesialis THT-Bedah Kepala Leher, dikeatahui bahwa sekitar separuh dari penduduk Indonesia kurang mempedulikan kesehatan telinganya sehingga 3,8 persen populasi kerap mengalami infeksi telinga. Fakta ini menyebutkan jika bahkan untuk anggota badan yang kecil dan mudah terjangkau saja masyarakat kita masih kurang mempedulikan kebersihan dan kesehatannya, apalagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini tentu harus segera bisa diubah di Indonesia.