Menjadi Social Smoker Juga Berbahaya Bagi Kesehatan

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika rokok adalah salah satu hal yang sangat buruk bagi kesehatan, namun ironisnya menjadi hal yang sangat disukai oleh banyak orang, meskipun orang tersebut tahu dampak bahayanya. Rokok memang menjadi candu, apalagi bagi para perokok aktif. Namun, belakangan juga diketahui jika para perokok pasif, atau mereka yang kerap terpapar asap rokok, juga memiliki resiko kesehatan yang sama. Kini, muncul lagi istilah baru bagi para perokok, yakni social smokers. Apakah social smokers juga memiliki resiko kesehatan yang sama layaknya perokok aktif dan pasif?

doktersehat-social-smoker-rokok

Social smokers bisa dijabarkan sebagai perokok yang hanya akan merokok saat berkumpul besama kawan-kawannya. Uniknya, Ia tidak menjadi pecandu dan hanya merokok pada saat berkumpul bersama kawan-kawannya saja sehingga frekuensi merokoknya pun cukup rendah. Sayangnya, meskipun frekuensi merokok kaum social smokers ini rendah, bukan berarti Ia terbebas dari resiko kesehatan dari asap rokok. Pakar kesehatan bahkan mengungkapkan jika para social smokers ini memiliki resiko besar terkena pendarahan otak!

Fakta ini didasari oleh adanya penelitian di Finlandia dimana ada lebih dari 65 ribu orang yang terlibat dengan usia rata-rata 45 tahun. Dari penelitian ini, diketahui bahwa para perokok, termasuk diantaranya adalah social smokers tetap memiliki resiko lebih besar terkena pendarahan otak, dimana pria memiliki resiko 2,2 kali lebih besar dan wanita memiliki resiko pendarahan otak lebih besar, yakni 3 hingga 5 kali.

Mengapa wanita yang menjadi social smokers cenderung memiliki resiko terkena pendarahan otak lebih besar dari kaum pria? Hal ini dikarenakan kandungan beracun rokok bisa membuat kadar hormon estrogen menurun dan membuat otak mengalami kerusakan, tubuh mengalami penyempitan pembuluh darah, dan akhirnya memicu pendarahan pada otak. Dalam beberapa kasus, wanita yang menjadi social smokers juga beresiko mengalami menopause lebih cepat dari biasanya.