Mengunyah Makanan Terlalu Cepat Bisa Memicu Diabetes

DokterSehat.Com – Kita tentu sering diberitahu orang tua saat makan agar tidak terlalu cepat mengunyah makanan dan harus memastikan bahwa makanan sudah halus agar dapat ditelan dengan dicerna oleh organ pencernaan dengan baik. Disamping memberikan kesempatan bagi organ pencernaan agar bekerja dengan lebih rileks karena makanan yang lebih halus, mengunyah makanan dengan baik ternyata juga bisa mengurangi resiko mendapatkan diabetes. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-pasangan-makan

Sebuah penelitian yang dilakukan di Lithuania menunjukkan bahwa dari ratusan data yang diambil dari sampel, mereka yang mengunyah makanan dengan cepat ternyata bisa mendapatkan resiko mengalami diabetes hingga dua kali lebih besar daripada mereka yang mengunyah makanan hingga lebih halus. Makan yang cepat tentu bisa dilakukan dengan langsung menelan makanan tanpa mengunyah makanan dengan baik. Makanan yang masih dalam kondisi keras ternyata bisa menyebabkan resistensi insulin dan bisa memicu diabetes. Resistensi insulin sendiri adalah kondisi dimana homon insulin yang berfungsi sebagai pengatur kadar gula darah justru tidak berfungsi dan membuat kita mudah terkena penyakit diabetes. Resistensi insulin ini mudah terjadi pada mereka yang tidak mengunyah makanan setidaknya hingga 30 kali sebelum ditelan.

Banyak orang yang cenderung memakan makanan dengan cepat karena memiliki waktu makan yang sedikit. Sebagai contoh, banyak pekerja kantoran yang terpaksa makan di atas meja kerja karena tidak bisa beristirahat demi mengejar deadline pekerjaan. Hal ini tentu membuat pekerja kantoran banyak yang tidak mengunyah makanan hingga halus sehingga bisa memicu diabetes.

Sepadat apapun jadwal anda, anda harus memakan makanan dengan lebih rileks dan melakukan pola makan yang sehat. Sebagai contoh, selalu usahakan untuk melakukan sarapan pagi yang ternyata bisa mengurangi resiko terkena diabetes hingga 34 persen. Dengan makan yang teratur, kita tentu akan berada dalam kondisi yang kenyang sehingga jajanan yang kurang sehat dan bisa memicu diabetes tidak akan banyak dikonsumsi. Hanya saja, makanan yang dikonsumsi tentu harus makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak mengandung kadar gula berlebihan sehingga resiko mendapatkan diabetes pun semakin menurun.