Mengonsumsi Makanan Pedas Saat Hamil, Amankah?

doktersehat manfaat makan pedas
photo credit: Pexels

DokterSehat.com – Makanan pedas memang bisa membuat tubuh kembali segar dan rasa kantuk pun sirna. Tapi, bagaimana bila makanan pedas dikonsumsi ibu hamil? Apakah bisa membahayakan janin?

Dampak Ibu Hamil Mengonsumsi Makanan Pedas

1. Makanan pedas aman untuk ibu hamil

Makanan pedas tidak akan membahayakan perkembangan janin dalam kandungan, namun bisa memengaruhi kondisi ibu hamil. Prinsipnya kondisi tubuh ibu hamil berbeda-beda sehingga ada yang bisa mengonsumsi makanan pedas tanpa ada masalah, namun pada sebagian ibu hamil makanan pedas bisa menimbulkan rasa mulas dan gangguan percernaan lainnya.

2. Morning sickness

Makanan pedas juga bisa memengaruhi morning sickness pada ibu hamil, seperti mual, muntah, dan sakit perut akibat perubahan kadar hormon. Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi berbagai makanan yang bergizi seimbang supaya Anda dan janin menerima nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

3. Mulas

Ada risiko yang lebih besar dari sakit maag dan masalah pencernaan lainnya ketika Anda hamil. Makan makanan pedas saat hamil dapat memperburuk mulas dan refluks asam, selama bulan-bulan akhir kehamilan.

Jika Anda makan makanan pedas, minumlah segelas susu atau satu sendok makan madu untuk meminimalkan atau mencegah sakit maag.

4. Membantu menyerap zat makanan

Para ahli medis menegaskan bahwa makanan pedas aman dikonsumsi saat hamil. Makanan pedas tidak akan membahayakan janin dan ibu yang mengandung, namun akan membantu janin menyerap kandungan zat dalam makanan meski makanan itu pedas.

Pantangan bagi Ibu Hamil

Makanan pedas bukanlah pantangan bagi ibu hamil. Yang perlu dihindari saat hamil adalah daging yang belum matang, seperti unggas atau makanan laut, serta susu yang tidak dipasteurisasi. Makanan laut yang mengandung merkuri tinggi seperti ikan hiu, tidak, dan mackerel bisa memengaruhi perkembangan janin dalam kandungan sehingga mengakibatkan bayi lahir cacat.

Tips Ibu Hamil Mengonsumsi Makanan Pedas

Meski aman dikonsumsi selama hamil, namun makanan pedas perlu dipertimbangkan kembali bila Anda mengalami mulas atau masalah pencernaan lainnya. Makanan pedas kemungkinan bisa mengakibatkan timbulnya gangguan seperti mulas dan refluks asam.

Bila Anda mengonsumsi makanan pedas, sebaiknya minumlah segelas susu untuk membantu meredakan mulas. Selain itu Anda juga bisa mengonsumsi satu sendok makan madu untuk mencegah sakit maag setelah mengonsumsi makanan pedas.

Sering muncul anggapan bahwa makanan pedas bisa membantu menginduksi persalinan, tapi belum ada bukti medis tentang hal itu. Apabila ibu hamil mengalami gangguan setelah mengonsumsi makanan pedas sebaiknya kurangi asupan makanan yang bisa memicu terjadinya mulas atau masalah pencernaan lain.

Mitos mengonsumsi Makanan Pedas Selama Kehamilan

Ada banyak cerita dahulu yang beredar di masyarakat, yang hanya mitos dan tanpa adanya bukti secara ilmiah.

  • Salah satu mitos terbesar adalah makanan pedas dapat menyebabkan persalinan prematur.
  • Namun satu lagi mengklaim bahwa makanan pedas menyebabkan keguguran dan cacat bawaan.

Apakah Makan cabai Baik Selama Kehamilan?

Capsaicin, senyawa kimia dalam cabai dikenal untuk mencegah pembentukan sel kanker. Makan cabai bisa dianggap baik jika Anda tidak mengalami ketidaknyamanan setelah mengonsumsi makanan yang mengandung cabai, Anda dapat terus mengonsumsinya dalam jumlah terbatas.

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan sakit maag dan mulas. Juga, cabai menurunkan jumlah fibrin dalam darah, mengurangi kecenderungan darah untuk menggumpal. Ini bisa menyebabkan pendarahan berlebih melakukan persalinan.

Pertimbangkan Mengonsumsi Makanan Pedas dengan Cara yang Tepat

  • Untuk memastikan jauh dari bahaya makanan pedas, Anda harus menggunakannya dengan cara yang tepat.
  • Jika mencoba rempah-rempah baru atau hanya memiliki bumbu-bumbu yang Anda ketahui, gunakanlah dalam jumlah kecil. Belilah bumbu utuh segar dan giling di rumah.
  • Jangan mengonsumsi bumbu tanpa kemasan yang tepat karena mungkin tidak murni.
  • Beli rempah-rempah yang bermerek dan disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  • Periksa tanggal pengemasan dan kedaluwarsa.