Mengetik Lama Picu Syaraf Terjepit dan Meradang

Doktersehat.com – Anda patut waspada jika aktivitas sehari-hari yang dilakukan adalah mengetik. Tidak hanya mengetik menggunakan komputer saja yang patut diwaspadai, ternyata mengetik tombol pada ponsel Anda pun dapat menyebabkan peradangan dan terjepitnya simpul syaraf.

Konsultan Neurologis Departemen Neurologi FKUI RSCM dr. Manfaluthy Sp.S(K) menjelaskan bahwa syaraf kemungkinan dapat terjepit jika melakukan gerakan berulang-ulang dalam waktu yang lama. Penggunaan jari, pergelangan tangan, siku, dan lengan yang terlalu lama saat mengetik dapat memicu syaraf terjepit dan luka. Jari dan lengan bisa tegang dan kurang rileks.

Manfaluthy menambahkan, penggunaan smartphone juga perlu diwaspadai. Jari-jari yang dipakai mengetik bisa kaku dan syaraf bisa terjepit. Akibatnya, jari dan tangan bisa kebas, panas hingga kesemutan. “Kalau tidak mau syarafnya bermasalah, seringlah mengonsumsi vitamin B. Soalnya, vitamin B adalah makanan syaraf yang sangat dibutuhkan untuk melindungi dan meregenerasi syaraf. Syaraf sangat sensitif terhadap kekurangan vitamin B,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Yudy Goysal, Koordinator Kelompok Studi Neurofisiologi dan Syaraf Tepi Perdossi Makassar mengatakan, ujung jari yang dipakai mengetik memiliki selubung. Jika dipakai menekan tombol dalam jangka lama dan berulang, akan terjadi lubang syaraf sehingga terjadi peradangan syaraf. Sedikitnya terdapat tiga simpul syaraf besar yang berada di ujung jari. Simpul syaraf inilah yang banyak terpakai jika gerakan mengetik dengan ujung jari dilakukan.

“Ujung jari bisa terganggu, lama-lama jadi kebas. Peradangan yang terjadi bisa mengganggu reaksi yang diterima otak,” kata Yudy.

Semua orang berisiko terkena neuropati, terutama orang-orang yang bekerja dengan komputer, mesin ketik maupun smartphone. Neuropati merupakan kerusakan syaraf yang berupa peradangan. Gejala yang timbul adalah rasa kebas, keram, kaku-kaku, kesemutan, dan kulit hipersensitif.

Dari berbagai sumber