Mengerikan! Inilah yang Terjadi Saat Janin di Aborsi

DokterSehat.Com – Pernahkah anda terpikir apa yang terjadi tatkala sebuah janin yang tidak berdosa di aborsi? Semoga kita bukan sekelompok orang yang menganggap aborsi adalah hal yang lumrah. Coba Anda perhatikan bayi-bayi yang wajahnya begitu bersinar, senyumnya membuat hati kita merasa damai dan tangisannya yang seringkali membuat ibunya semakin rindu.

7

Ya, keindahan tersebut kadang tak begitu diterima oleh sebagian orang. Hati mereka tertutupi oleh ketakutan lain yang membuat mereka memilih mengorbankan janin tak berdosa yang bisa jadi begitu janin itu tumbuh dewasa akan mengangkat martabat sang ibu. Yah, artikel kali ini memang membahas mengenai apa yang terjadi pada janin di dalam rahim ketika dia diaborsi. Diaborsi dengan cara apapun, hasilnya tetap sama! Membunuh nyawa yang seharusnya memiliki hak untuk hidup.

Aborsi dikehamilan muda

Aborsi memang sering kali menjadi pilihan utama ketika seseorang tidak mau menanggung malu akan perbuatanya sendiri. Untuk menutupi itu, mereka mengorbankan janin yang tidak berdosa. Banyak orang masih memegang anggapan bahwa melakukan aborsi di usia kehamilan yang masih muda tidak masalah untuk dilakukan karena bayi belum memiliki ruh atau jantungnya belum terbentuk.

Ya, janin didalam rahim memang baru ditiupkan ruh oleh sang kuasa di usia 40 hari perkembangannya. Sayangnya sebagian calon ibu sering kali baru menyadari kehamilan mereka setelah lewat dari 40 hari. Janin sudah berkembang. Gumpalan darah sudah membentuk jantung, dan jantung sudah berdetak.

Meskipun begitu, tidak ada yang bisa dipilih selain menggugurkanya. Orang-orang yang lebih percaya dengan ramuan-ramuan alternatif akan memilih mengkonsumsi jamu dan makanan-makanan keras yang dapat meluruhkan gumpalan darah tersebut.

Sedangkan mereka yang mempercayakan pada medis akan mengguggurkan kandungan dengan sebuah alat yang disebut suction. Dan inilah yang terjadi saat janin di aborsi, gumpalan-gumpalan darah yang berkumpul tersebut akan luruh tersedot oleh alat ganas tersebut. Jantung kecil mungil yang berdetak seirama dengan denyut jantung ibunya akan hancur lebur turut serta berjatuhan. Di luar alat suction akan tampak gumpalan-gumpalan darah calon janin tidak berdosa.

Aborsi kehamilan usia 1-3 bulan kehamilan

Begitu usia janin sudah mencapai usia antara 1-3 bulan, tubuh-tubuh janin sudah terbentuk lengkap. Hanya saja ukurannya yang masih kecil mungil dan menggemaskan. Di kondisi seperti ini, dia tak mampu melawan gangguan apa saja yang menyerang mereka.

Karena meskipun tubuh sudah terbentuk, mereka belum memiliki cukup kekuatan untuk menghindar dari bahaya, dia percayakan keamanannya kepada ibunya, ibunya yang seharusnya melindunginya dan membiarkannya tumbuh sehat hingga menatap langit dunia. Disaat itulah, alat khusus seperti tang dipilih untuk menghancurkanya.

Baca Juga:  Tips Melindungi Kulit dari Sengatan Matahari Saat Berolahraga

Alat tersebut dimasukan secara perlahan, sembari dokter melihat perjalanan alat tersebut melalui monitor. Alat tersebut dimasukkan, terus masuk hingga mencapai dan menyentuh salah satu bagian tubuh janin. Tak peduli bagian tubuh mana, alat tersebut akan di tusukan, dan digerak-geraknya mengoyak-ngoyak tubuh janin yang masih ringkih.

Begitu bagian tubuh hancur, dan tertinggal tulang tengkoraknya, mulailah alat tersebut melebar mencari tulang tengkorak janin, menjepitnya dan memecahkanya seperti memecah kacang. Sungguh, siapa yang ingin diperlakukan seperti ini. Dia yang masih sangat kecil harus mengalami semua hal kesakitan tersebut demi melindungi menyembunyikan aib ibunya yang tak akan mampu disembunyikan selamanya.

Aborsi usia 3-6 bulan di usia kehamilan

Semakin janin berkembang akan semakin menyakitkan yang ia rasakan ketika harus di aborsi. Janin yang sudah berusia 3 bulan keatas, sudah banyak perkembangan yang ia capai. Tangannya sudah mampu menggenggam, dan syarafnya sudah mampu menghantarkan impuls sehingga bisa merasakan sakit, ukuran badannya pun sudah semakin besar. Di usia ini, sulit jika harus menyedot maupun menghacurkanya.

Maka dari itu, satu-satunya cara yang dilakukan oleh para tangan-tangan tak bertanggung jawab adalah membunuh janin tersebut dengan sangat menyakitkan. Sebuah obat kimia berbahaya di suntikan kedalam ketuban janin.

Obat tersebut menyebar, menyentuh kulit lembut janin. Tetapi apa yang terjadi? Bukannya membuat nyaman, cairan tersebut justru membakar kulit janin, menyempitkan jalan nafasnya, janin yang sedang tidur pulas itu memberontak meminta pertolongan mencari perlindungan.

sayangnya nasibnya harus berakhir mengenaskan akibat manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Janin tersebut akhirnya meninggal setelah merasakan kesakitan tiada tara, dan baru kemudian dikeluarkan dari dalam rahim.

Aborsi usia 6-9 bulan usia kehamilan

6-9 bulan merupakan usia kehamilan yang sudah bisa dibilang kehamilan tua. Janin sudah terbentuk, sudah nampak jenis kelaminnya, sudah terlihat guratan-guratan ekspresi dari wajahnya, pergerakannya sudah aktif tak sabar untuk keluar dan bertemu dengan sang ibu.

Ya, dia memang segera dikeluarkan, sayangnya dia tak diberi pelukan sang ibu seperti harapannya. Dia diaborsi dengan cara dikeluarkan paksa, kemudian dibunuh hidup-hidup. tak jarang malaikat hatinya sendiri, ibunya yang melakukan itu. Sungguh surga terindah yang sudah menanti si janin. Tetapi bayangan tangisan janin tak berdosa yang akan menemani sang ibu seumur hidupnya.

Sebagai wanita, pahamilah. Sebagai pria, mengertilah inilah yang terjadi saat janin di aborsi.