Mengenaskan, Nenek Penderita Stroke Ini Justru Dibiarkan di Luar Rumah Sakit Selama 3 Jam

DokterSehat.Com – Nasib mengenaskan menimpa wanita berusia 77 tahun bernama Brenda Mountford dari Banbury, Inggris. Wanita yang menderita demensia ini diketahui tak sadarkan diri karena stroke di rumahnya pada pukul 22.30 waktu setempat dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Sayang, Horton General Hospital, rumah sakit yang ia tuju, sedang melayani begitu banyak pasien hingga ruangan gawat darurat pun tidak mampu lagi menampung pasien lain, termasuk Brenda. Alhasil, mau tidak mau Brenda hanya menunggu di ambulans di luar rumah sakit selama tiga jam sebelum benar-benar mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.

doktersehat-stroke-otak-pembuluh-darah

Pada hari Jumat, 13 Januari kemarin pukul 01:45, barulah Brenda bisa dipindahkan ke dalam rumah sakit, itupun Ia hanya ditempatkan di tempat tidur sementara yang berada di koridor. Di koridor rumah sakit inilah, Brenda harus menanti kembali selama 11 jam sebelum dimasukkan ke ruang gawat darurat pada pukul 13:00.

Amanda Mountford yang merupakan menantu dari sang nenek malang ini, menyebutkan jika Brenda sebenarnya merasa kedinginan saat harus menunggu di koridor rumah sakit. Ia dan keluarga bahkan sempat khawatir andai sang nenek akhirnya meninggal dunia di ambulans atau di koridor mengingat cuaca sedang cukup ekstrim dan salju sedang turun dengan cukup lebat. Ia juga khawatir jika sang nenek tidak mendapatkan perawatan yang cukup dari pihak rumah sakit karena memang begitu banyak orang yang harus dirawat pada saat itu.

Semenjak tanggal 19 Desember kemarin, diketahui bahwa banyak rumah sakit di Inggris yang mengalami lonjakan jumlah pasien dengan sangat signifikan. Situs Oxford University Hospitals NHS Foundation Trust bahkan menyebutkan jika lonjakan jumlah pasien ini membuat otoritas kesehatan setempat memberlakukan peringatan tingkat dua bagi para petugas medis. Adanya peringatan ini membuat banyak petugas medis yang memilih untuk memprioritaskan pasien gawat darurat yang membutuhkan bantuan atau penyelamatan segera, meskipun hal ini akhirnya membuat banyak pasien lain yang tertelantarkan, seperti yang dialami Brenda. Beruntung, kerja keras para petugas medis berhasil membuat Brenda tetap bisa selamat meskipun harus menunggu berjam-jam untuk mendaptakan perawatan.