Mengenal Jenis-Jenis kontraksi Saat Hamil

ciri-ciri-kontraksi-doktersehat

DokterSehat.Com – Kontraksi sebenarnya tidak hanya terjadi pada saat mendekati persalinan. Pada saat hamil, dinding rahim yang membesar seiring pertumbuhan janin lebih peka terhadap rangsangan. Terkadang, gerakan yang tiba-tiba dilakukan oleh perempuan hamil dapat menyebabkan kontraksi dinding rahim.

Begitu pula bila janin dalam rahim menendang atau bergerak-gerak. Kadang, ibu merasakan kontraksi pada rahimnya. Hal ini bukan berarti ibu akan bersalin, karena ada beberapa jenis kontraski selama kehamilan.

Hal pertama yang harus dipahami tentunya adalah ciri-ciri kontraksi, termasuk kontraksi saat hamil muda. Bagaimana cara membedakan jenis kontraksi selama kehamilan?

Ciri-Ciri Kontraksi Pada Ibu Hamil

ciri ciri kontraksi
ibu hamil kontraksi
kontraksi saat hamil muda
ciri ciri kontraksi pada ibu hamil muda

1. Kontraksi dini

Kontraksi dini biasanya terjadi saat awal kehamilan atau pada trimester pertama kehamilan. Ciri-ciri kontraksi ini terjadi karena tubuh masih sedang dalam proses penyesuaian dengan berbagai perubahan akibat adanya kehamilan.

Kontraksi saat hamil muda disebabkan oleh pengaruh hormon progesteron yang dihasilkan plasenta, kondisi rahim relatif menjadi lebih tenang, sehingga tidak terjadi ancaman keguguran (abortus). Perlu diwaspadai juga bila terdapat kontraksi yang konstan disertai dengan keluarnya bercak darah.

Segera periksa dan konsultasikan keadaan tersebut pada bidan atau dokter kandungan terdekat!

baca juga: cara alami mempercepat kontraksi saat hamil

2. Kontraksi ketika berhubungan intim

Orang terdekat di sekitar Anda kadang memberi guyonan untuk ber-‘puasa’ saat sedang hamil. Terutama bila hamil muda (di bawah 3 bulan) atau pada saat hamil tua (8 bulan ke atas). Alasannya, takut keguguran atau lahir prematur.

Hal tersebut tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya benar. Hal ini didasarkan pada komposisi sperma yang mengandung hormon prostaglandin. Hormon ini sering menyebabkan kontraksi pada rahim, sehingga dikhawatirkan mencetuskan kejadian abortus (keguguran) atau persalinan prematur.

Lantas, bagaimana menyikapinya? Apakah benar harus berpuasa?

Tidak juga, hal ini bisa disiasati dengan senggama terputus (coitus interuptus) atau memakai kondom.

Anda juga bisa mengonsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan tentang keadaan kehamilan apakah tidak berisiko bila melakukan hubungan intim. Seperti adanya riwayat keguguran, riwayat persalinan prematur, riwayat perdarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya, mulut rahim yang lemah, dan sebagainya.

Perlu diketahui bahwa cukup banyak juga kasus ibu hamil kontraksi akibat hal ini.

3. Kontraksi palsu

Ciri-ciri kontraksi jenis ini biasa disebut dengan istilah Braxton-Hicks, biasanya terjadi saat kehamilan memasuki usia 32-34 minggu.

Durasi waktu kontraksi tidak bisa ditentukan namun biasanya terjadi setiap 30 menit sekali dengan lama kontraksi sekitar 20 detik hingga 2 menit. Rasanya seperi nyeri saat kram haid. Namun bisa saja ditemukan pada usia kehamilan 37-40 minggu.

4. Kontraksi sebenarnya

Kontraksi inilah yang menyebabkan terjadinya pembukaan jalan rahim (serviks). Ciri-ciri kontraksi ini adalah frekuensinya yang teratur dengan lama kontraksi yang semakin panjanng. Biasanya terjadi 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 20 sampai 40 detik.

Bila pembukaan semakin besar maka durasinya pun semakin lama, hingga lebih dari 40 detik. Frekuensinya pun meningkat hingga lebih dari 5 kali dalam 10 menit. Hal ini disertai pula dengan keluarnya lendir bercampur darah, pecahnya ketuban, serta dorongan ingin meneran.

Segera lakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter kandungan untuk memastikan lengkap tidaknya pembukaan dan kapan dimulainya proses persalinan.

Baca Juga: Mom, Ketahui Bedanya Kontraksi Asli dan Palsu

Penyebab kontraksi

Di dalam tubuh ibu ada hormon yang namanya oksitosin. Hormon ini bertugas merangsang refleks pengeluaran ASI atau Air Susu Ibu.

Selain merangsang produksi dan pengeluaran ASI, pengeluaran hormon ini juga menyebabkan rahim ibu hamil kontraksi. Otot rahim ibu jadi meregang dan mengerut yang membuat kepala bayi terdorong ke leher rahim dan bayi Ibu pun siap lahir ke dunia.

Seperti apa rasanya kontraksi?

Khusus bagi ibu muda, mungkin masih kebingungan untuk membedakan ciri-ciri kontraksi. Tak jarang juga ada yang panik karena merasakan kontraksi saat hamil muda. Memangnya seperti apa ciri-ciri kontraksi pada ibu hamil muda?

Ibu hamil akan merasakan kram dan nyeri sebelum merasakan kontraksi. Kram ini memang mirip dengan kram saat menstruasi. Kontraksi yang sebenarnya memiliki pola yang teratur. Makin lama makin sering dan makin lama.

Ini berbeda dengan Braxton Hicks atau kontraksi palsu yang kadang terasa dan kadang hilang tak tentu waktunya. Kontraksi palsu bisa terjadi karena Ibu kelelahan.

Kalau ibu benar-benar merasakan ciri-iri kontraksi, jangan panik. Segeralah atasi kontraksi dengan cara mengatur nafas.

baca juga: tips meredakan nyeri kontraksi saat akan melahirkan

Cara mengatasi kontraksi

Saat kontraksi datang, ibu akan merasakan manfaat teknik pernafasan dari kelas prenatal.

Saat Ibu sampai di rumah sakit dan kontraksi makin kuat, dokter biasanya akan memberikan tambahan oksigen. Pada proses kelahiran tahap 2, kontraksi dapat diatasi dengan mengejan dan mendorong bayi Ibu keluar.

Nah, itu dia ciri-ciri kontraksi dan cara mengatasinya. Semoga berguna untuk Anda, ya!