Mengenal Vertigo, Penyakit yang Sedang Menimpa Setya Novanto

DokterSehat.Com– Setya Novanto tidak bisa menghadiri sidang pra peradilan kasus korupsi e-KTP yang dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan alasan sedang sakit. Disebut-sebut, pimpinan DPR ini terkena serangan vertigo sehingga harus dirawat di MRCCC Siloam Hospitals. Sebenarnya, seperti apa penyakit vertigo yang menyerang politikus kawakan ini?

setya-novanto-vertigo-doktersehat

Photo Credit: Instagram/ s.novanto

Vertigo bisa dijelaskan sebagai kondisi dimana penderitanya akan mengalami sensasi pusing yang sangat luar biasa. Pandangannya akan mengalami gerakan seperti berputar-putar atau melayang. Hal ini disebabkan oleh gangguan keseimbangan pada tubuh.

Pakar kesehatan menyebut vertigo sebagai gangguan keseimbangan yang dipuci oleh kondisi kelainan bagian sentral otak dan telinga bagian dalam atau organ vertibuler. Berbeda dengan pusing biasa, vertigo akan sangat mengganggu aktifitas sehari-hari karena memang bisa membuat seseorang kesulitan untuk berdiri. Bahkan, untuk berbaring di atas kasur saja banyak penderita vertigo yang sampai harus berpegangan karena merasa pandangannya berputar-putar dengan hebat.

Delapan puluh persen kasus vertigo yang terjadi ternyata dipicu oleh gangguan pada telinga dalam atau organ perifer. Yang menjadi masalah adalah, gejala vertigo ini tak hanya membuat pandangan berputar dan kesulitan menyeimbangkan badan, namun juga bisa memicu kecemasan, rasa takut, mual-mual serta muntah.

doktersehat-pusing-vertigo

Penyebab dari vertigo ini juga cukup banyak, dari karena migrain, penyakit meniere, atau penyakit benigh paroxysmal positional vertigo atau BPPV. Vertigo karena BPPV adalah yang paling sering terjadi dan disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibularis pada telinga dalam.

Untuk mengatasi vertigo ini, mau tidak mau penderitanya harus memeriksakan ke dokter untuk mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Jika penyebabnya adalah kelainan pada perifer, maka obat-obatan seperti obat berjenis histamin analogue atau terapi repositioning dan terapi latihan vestibuler bisa mengatasinya.