informasi kesehatan
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.


                     

Mengenal Usus Buntu / Apendistis

Mengenal Usus Buntu / Apendistis

DokterSehat.com – Apendisitis adalah merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks) atau di kalangan masyarakan dikenal dengan penyakit usus buntu.

Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Usus buntu sendiri mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.

PENYEBAB

Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.
Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.

Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :
- masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal
- terbentuknya abses
- pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan
- masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.

GEJALA

Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.
Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.

Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.

Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.

Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.
Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.

Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat.
Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.

DIAGNOSA

Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.

Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.

Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya.

PENGOBATAN

Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).

Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.

Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis.
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.

Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.

sumber:  medicastore

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 5.6/10 (8 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +5 (from 5 votes)
Mengenal Usus Buntu / Apendistis, 5.6 out of 10 based on 8 ratings
pf button both Mengenal Usus Buntu / Apendistis
                     

22 Responses to “Mengenal Usus Buntu / Apendistis”

  1. erwinda says:

    berapa yah jumlah penderita penyakit usus buntu

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 3

  2. hanni says:

    apa penyebab usus buntu dan kalau usus buntunya sudah dibuang apa sipenderita tidak akan dapat penyakit usus buntu lagi?

    Komentar Yang Sangat Menarik! Thumb up 9 Thumb down 6

    • dr. Yanti says:

      Salam sejahtera
      Penyebab dan faktor pencetus usus buntu seperti disebutkan di dalam artikel. Jika sudah menjalani operasi pengangkatan usus buntu makan tidak dapat berulang di kemudian hari.

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 1

  3. deded says:

    saya baru saja di operasi usus buntu, kata dokter usus buntu saya sudah pecah dan sudah dibersihkan,, saya ingin bertanya
    1. berapa lama waktu yg di butuhkan untuk pemulihan sampai kondisi normal?
    2. ada efek samping kah apabila seseorang telah di angkat usus buntunya?
    terimakasih…

    Komentar yang Sangat Berguna. Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 7 Thumb down 0

  4. Anonymous says:

    Originally Posted By dededsaya baru saja di operasi usus buntu, kata dokter usus buntu saya sudah pecah dan sudah dibersihkan,, saya ingin bertanya
    1. berapa lama waktu yg di butuhkan untuk pemulihan sampai kondisi normal?
    2. ada efek samping kah apabila seseorang telah di angkat usus buntunya?
    terimakasih…

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 4 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat malam,

      salam sehat,

      Pemulihan tergantung kepada keadaan tubuh pasien dan beratnya penyakit yang anda alami. Apakah usus buntu bapak yang sudah pecah tersebut menyebabkan anda demam tinggi? Bila ya penyembuhan akan berlangsung lebih lama. Kurang lebih 1-2 minggu. (*cat: bila mendapatkan pengobatan secara teratur , antibiotik, dan sebagainya)

      Usus buntu sendiri adalah organ di tubuh manusia yang tidak begitu berguna. Ada beberapa pendapat ahli yang menyatakan organ tersebut berfungsi untuk antibodi pada usus namun lebih berguna pada saat seseorang masih kecil. jadi efek samping dari tubuh akibat kehilangan organ tersebut hampir tidak ada.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  5. mila says:

    saya mw tnya,
    jika sudah usus buntu,ada cara lain ga selain pembedahan

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat malam,

      Salam sehat,

      Perlu diketahui disini radang usus buntu terdapat beberapa jenis, radang usus buntu yang bersifat akut harus dioperasi karena bersifat membahayakan nyawa. Namun untuk appendisitis yang bersifat kronik dan sudah membentuk massa appendikuler, operasi disini bersifat elektif/ pilihan, cara untuk mengatasinya agar tidak menjadi akut adalah dengan menghindari makan pedas atau makanan yg merangsang pencernaan lainnya. SEbelumnya minimlah antibiotik sampai tuntas dari dokter tentunya.

      Nah untuk mengetahui jenis tersebut selain dari gejala diperlukan juga pemeriksaan tambahan lainnya. Oleh karena itu berkonsultasilah dengan dokter anda bila mulai merasakan keluhan nyeri kanan bawah tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  6. tio says:

    kalo usus buntu harus operasi kalo usus buntu udah pecah, harus banyak makan serat sayur-sayuran dan buah-buahan soal nya masih terancam pelengketan usus atau usus males.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat malam,

      Salam sehat,

      Perlengketan usus tidak dapat diatasi dengan makan serat dan sayur-sayuran. Sayur-sayuran disini lebih kepada pencegahan terjadinya usus buntu. Sayuran dapat memperlancar buang air besar sehingga tidak terdapat fecalith (sisa kotoran ) yang dapat menjadi penyebab usus buntu.

      Sebaliknya bila sudah terjadi perlengketan, cara mengatasi nya adalah dengan mencuci bagian perut pada saat operasi. Berkonsultasilah dengan dokter bedah untuk hal tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  7. Nia says:

    Dikatakan bahwa infeksi usus buntu dapat menyebabkan septikemia . Infeksi apa saja yang dapat menyebabkan septikemia ? Apakah setiap infeksi dapat menyebabkan septikemia ?

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat malam,

      Salam sehat,

      Septikemia atau syok septik adalah keadaan respon tubuh untuk melawan infeksi yang bersifat luas. Pada dasarnya semua jenis infeksi bakteri dapat menyebabkan keadaan syok septik ini. Bahkan infeksi yang awalnya berasal dari luka sayat yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan keadaan ini.

      Oleh karena itu jangan menganggap sebelah mata untuk fokus infeksi sekecil apapun, terutama pada orang-orang dengan sistem imun yang kurang. Penggunaan antibiotik yang tepat sejak awal dapat mencegah kejadian tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter terdekat untuk mengetahui jenis antibiotik yang sesuai tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  8. selamat pagi dok.
    baru saja saya menjalani operasi usus buntu. yang menjadi keluhan saya, setiap obat suntik di berikan saya merasa lemas, muntah dan kepala trasa berat. akhirnya dokter menganjurkan up infus dan di beri obat makan. tapi yang saya rasa tetap sama walau sudah tidak lemas lagi. dan sekarang malah di saat saya BAK ada darah yg keluar. apakah ini adalah efek sampingnya atau ada infeksi lain? terima kasih

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Salam Sejahtera,
      Apakah anda mengatakan Hal ini kepada dokter yang merawat anda? Sudah berapa hari anda operasi? Perasaan ingin muntah bisa Saja terjadi karena efek Dari obat bius bila anda baru Saja selesai op. Atau bisa karena efek Dari obat yang diberikan, atau bisa juga karena masih dalam masa pemulihan sehingga belum Ada nafsu untuk makan.
      Rasa berat di kepala bisa terjadi karena anda barbaring dalam posisi yang lama, coba ubah posisi anda perlahan, naikan bed anda, coba untuk melakukan sedikit pergerakan.
      Saat BAK ada darah, Sudah berapa lama ini berlangsung? Sebaiknya katakana Hal ini pada dokter anda agar segera ditangani, kemungkinan Ada infeksi/trauma Akibat catheter yang anda pakai.
      Semoga bermanfaat Dan Semoga lekas Sembuh. Trims :)

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  9. Agil Gandi says:

    Sebelumnya perkenalkan saya Agil Gandi, 27 tahun, tinggal di Bekasi
    Dokter sya adalah pasien usus buntu yg sudah operasi 28 Maret lalu, jadi kira2 sudah sekitar sebulan yg lalu.Ada yg mau saya tanyakan Dokter :
    1. Makanan yg harus saya hindari apa ya kira2 Dokter pasca operasi dan untuk seterusnya?
    2. Berhubung saya ini orang yang suka berolahraga, terutama futsal kira2 sampai kapan ya Dok, sya bisa bermain lagi seperi biasa soalny kemaren belum sempet konsultasi sma dokter bedah saya..
    Terima kasih atas bantuannya Dokter Nellyn.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. nellyn angela says:

      Selamat Pagi Tn. Agil,

      Memang benar terdapat diet khusus untuk pasien post operasi appendectomy (operasi usus buntu),

      Terdapat 3 tahap pengaturan makan pada pasien post operasi usus buntu, diantara nya ketika benar-benar seusadah operasi, makanan tentunya diawasi oleh pihak RS, ketika beberapa hari setelah pulang Rs usahakan untuk makan makanan lunak terlebih dahulu, jangan memakan makanan pedas , asam atau makanan iritatif lainnya, jangan terlalu banyak makan serat dan makanan ber gas seperti soda , buncis , kol.

      Dan ketiga adalah sesuai yang sekarang Agil alami yaitu setelah lama (sebulan post op), disini makanan disesuaikan dengan keadaan luka post op tersebut, apakah luka pak Agil sudah kering dan tidak bernanah dan tidak ada lagi keluhan lain? jika jawabannya ya, maka makanan boleh saja bebas , tidak ada lagi pantangan, hanya lebih disarankan jangan makan terlalu banyak pedas dan asam. Bila belum juga kering/ masih bermasalah, maka hindarilah makanan yang dapat menyebabkan alergi (bila ada) karena ini akan memperlambat proses penyembuhan, dan juga lebih banyak memakan makanan kaya protein (daging, telur putihnya) untuk mempercepat penyembuhan luka.

      Untuk olahraga, bila sudah tidak ada keluhan sama sekali, boleh saja untuk melakukan olahraga, namun dilakukan secara bertahap, mulai dari lari-lari biasa dahulu, baru kemudian seperti biasanya.

      Semoga bermanfaat

      Terima kasih

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 2 Thumb down 0

      • Agil Gandi says:

        Iya terima kasih banyak Dokter atas konsultasinya.
        Insya Alloh, sya sudah tidak merasakan keluhan/ sakit lagi, tapi mau skalian 2-3bulanan lagi sja buat olahraga sprti itu..
        Oke Dokter Nelly, semoga selalu sehat dan sukses,,
        Salam
        AgiL, Bekasi

        Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

        • dr. nellyn angela says:

          Terima kasih kembali pak Agil, semoga bapak sehat dan sukses selalu.

          Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

  10. suci says:

    saya suci usia 17 thn.saya mw nny,apakah pnykt usus buntu bsa mnyebabkan kmandulan?
    brapa persen kmungkinannya?
    tlg dbalas

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Salam Sejahtera,
      Tidak Ada hubungan antara usus buntu (saluran pencernaan) Dan kemandulan (saluran reproduksi), karena kedua saluran ini tidak berhubungan satu sama lain. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  11. suci says:

    slamat malam.
    saya mw nnya,kmarin wktu di rontgen,saya positif usus buntu.
    tpi,wktu saya cek darah di laboratorium,ktnya hasilnya bagus,
    saya bingung,yang mana yang betul???????????????????
    tlg dibalas

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Salam sejahtera,
      Apakah sebelumnya anda periksa ke dokter? Rontgent Dan pemeriksaan darah atas instructs I dokter? Penyakit usus buntu tidak dapat diketahui dengan pemeriksaan rontgent. Yang seharusnya dilakukan ialah USG.
      Dan anda bisa konsultasikan dengan dokter yg menangani anda mengenai hasil lab Dan rontgent yg telah anda jalani. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>