Mengenal Tipe-Tipe Kontrasepsi KB metode IUD/ Spiral

DokterSehat.Com – Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) atau yang lebih familiar dengan nama KB spiral merupakan alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim yang relatif lebih efektif bila dibandingkan dengan metode pil, suntik dan kondom. Efektifitas metode IUD antara lain ditunjukkan dengan angka kelangsungan pemakaian yang tertinggi bila dibandingkan dengan metode tersebut di atas.

doktersehat-kontrasepsi-kb-spiral-iud-kehamilan

Alat kontrasepsi dalam rahim terbuat dari plastik elastik, dililit tembaga atau campuran tembaga dengan perak. Lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas dengan waktu penggunaan dapat mencapai 2-10 tahun, dengan metode kerja mencegah masuknya spermatozoa/ sel mani ke dalam saluran tuba. Pemasangan dan pencabutan alat kontrasepsi ini harus dilakukan oleh tenaga medis (dokter atau bidan terlatih), dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi namun tidak boleh dipakai oleh perempuan yang terpapar infeksi menular seksual.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat melalui metode ini diantaranya:

  • Sangat efektif, mencegah kehamilan karena rasio kegagalan 1 banding 125-170
  • IUD dapat efektif segera setelah pemasangan.
  • Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dan tidak perlu diganti).
  • Tidak mempengaruhi hubungan seksual.
  • Sangat efektif karena tidak perlu lagi mengingat-ingat.
  • Meningkatkan kenyamanan seksual karena karena rasa aman terhadap risiko kehamilan.
  • Tidak ada efek samping hormonal.
  • Tidak memengaruhi kualitas dan volume ASI
  • Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
  • Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir).
  • Tidak ada interaksi dengan obat-obat.

Efek samping yang umum terjadi hanya berupa perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan), haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar menstruasi, saat haid lebih sakit.

Baca Juga:  Tips Mudah Untuk Dapatkan Berat Badan Ideal

Penggunaan IUD sebaiknya dilakukan pada saat:

  • Setiap waktu dalam siklus haid, yang dapat dipastikan klien tidak hamil.
  • Hari pertama sampai ke-7 siklus haid.
  • Segera setelah melahirkan, selama 48 jam pertama atau setelah 4 minggu pasca persalinan; setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenorea laktasi (MAL).
  • Setelah terjadinya keguguran (segera atau dalam waktu 7 hari) apabila tidak ada gejala infeksi.
  • Selama 1 sampai 5 hari setelah sanggama yang tidak dilindungi.

Penting untuk diperhatikan waktu kontrol IUD yang harus diperhatikan adalah:

  • 1 bulan pasca pemasangan
  • 3 bulan kemudian
  • Setiap 6 bulan berikutnya
  • Bila terlambat haid 1 minggu
  • Perdarahan banyak atau keluhan khusus lainnya

Dibanding alat kontrasepsi yang lain dalam hal ingin menjarangkan atau menyetop keturunan metode ini adalah yang terbaik. Efek samping yang minimal dan praktis dalam pemakaiannya. Tidak perlu khawatir dengan efek samping yang ada karena efek samping dapat dicegah dengan pola makan dan aktivitas yang baik.