Mengenal Stadium Kanker Payudara

Dokter Sehat – Bicara kanker, tentu menyinggung istilah stadium. Fakta lain menyebut, kanker payudara tidak sesederhana yang kita bayangkan. Rupanya, kanker payudara ada beberapa jenis dengan teknik menyerang berbeda. Artikel berikut semoga memperdalam wawasan kita soal penyakit mematikan ini.

9

Stadium istilah yang dipakai untuk menggambarkan ukuran kanker, di mana, dan sampai sejauh mana kanker telah menyebar. Seperti kanker pada umumnya, kanker payudara memiliki empat stadium. Dr. Drajat Ryanto Suardi, Sp. B(K) Onk. memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi pada setiap stadium dan berapa tingkat kesembuhannya sebagai berikut :

1.Stadium 1
Besar tumornya 2 cm atau kurang, sel tumor belum merambah ke mana-mana. Kalaupun merambah, paling banter ke area kelenjar getah bening pada ketiak. Kalau benjolan di kiri, maka proyeksi rambahan menuju getah bening ketiak kiri.

2.Stadium 2
kuran benjolannya 2 cm sampai 5 cm, kelenjar getah beningnya bisa positif atau negatif. Maksudnya, sel-sel kanker payudara sudah ada yang mengembara ke kelenjar getah bening. Positif tidaknya baru bisa ditentukan setelah dilakukan periksa, pemeriksaannya dengan standar histopatologi, dengan tingkat akurasi mencapai 98 persen. Hasil pemeriksaan dijadikan pegangan untuk melakukan treatment berikutnya.

3.Stadium 3
Ukuran benjolan lebih dari 5 cm, kondisi kelenjar getah bening positif. Seringkali dalam stadium tiga lanjut, sel-sel kanker melekat di kulit payudara. Kalau sudah begini, warna kulit berubah kemerahan, bergelombang menyerupai kulit jeruk. Pori-pori menonjol dan kulit lebih sembap karena ada proses peradangan, kalau ada sesuatu asing merasuk ke dalam tubuh, sistem tubuh tidak akan tinggal diam. Ia melancarkan proses inflamasi yang memicu perubahan warna kulit. Pada saat itu, operasi tidak boleh dijadikan langkah pertama. Mengapa?

Kalau kanker merangsek ke kulit, tim medis susah menentukan batas, sampai di mana dokter akan melakukan sayatan pada kulit payudara. Bahayanya adalah, kalau sel kanker menggelayut di bawah kulit, lalu disayat, bisa memicu penyebaran sel kanker lebih lanjut. Karena sayatan pada bawah kulit akan membuka pembuluh darah (dengan memotong sebagian daerah infiltrasi tumor) sehingga tumor menyebar lebih jauh.

Karenanya, harus dikemoterapi dulu. Tujuannya, mengecilkan daerah infiltrasi. Setelah daerah infiltrasi kanker memendek, dokter bisa melihat sejauh mana operasi dilakukan. Terlihat lebih jelas mana daerah yang terkontaminasi, mana yang bersih. Barulah sel kanker diangkat.

4.Stadium 4
Kanker payudara di mana sudah berlangsung penyebaran di luar payudara ke organ tubuh yang lain, menurut dr. hera pratiwi, sp. rm, pada pasien kanker payudara pasca operasi, dapat diberikan edukasi serta latihan-latihan untuk kurangi penderitaan dikarenakan kankernya. Misalnya saja pencegahan kekakuan sesudah operasi semakin banyak pada komunikasi, edukasi serta kursus ( fisioterapi ).

Baca Juga:  Kenali Penyakit Antraks Lebih Dekat

Sesaat pada kanker payudara stadium lanjut, berlangsung dampak samping dari operasi serta radiasi berbentuk pembengkakkan. Maka tangan yang bengkak contohnya, ditatalaksanakan untuk kurangi pembengkakkan, memulihkan manfaat tangan dan seterusnya dan mengontrol gejala-gejala lain layaknya nyeri, kesemutan, rasa kebal, kelemahan.

bila kanker telah menjalar ke tulang terlebih tulang penyangga berat badan mesti dibuatkan alat stabilisasi eksternal berbentuk korset, dan dikerjakan pendidikan jalan tanpa membebani tulang, layaknya menggunakan walker atau tongkat. pada prinsipnya, kata hera, tatalaksana rehabilitasi medik pasien kanker payudara dapat mengonsumsi periode waktunya lama. Tapi janganlah cemas, dikarenakan tidak hanya dapat dikerjakan tempat tinggal sakit, juga bisa dikerjakan di tempat tinggal sendiri.

Pasien kanker payudara stadium lanjut mugkin tidak dapat lagi sembuh, namun, mutu hidup pasien terus mesti dibikin sebaik-baiknya. bagaimana langkahnya? yaitu dengan lakukan perawatan paliatif. menurut dr. maria asterina wicaksono, pall. med, dari rskd, prinsip perawatan paliatif yaitu mempertahankan atau menambah mutu hidup.

seorang pasien kanker payudara yang tidak bisa sembuh bisa saja terus sakit, tetapi tidak bisa kesakitan, kata maria. Yang dikerjakan didalam perawatan paliatif ini, tuturnya, bukan sekedar fisiknya saja, tetapi juga emosional ( spiritual ), situasi sosial. Dan umumnya pasien stadium lanjut telah didalam situasi habis-habisan, kerja sama pada dokter paliatif serta tim dokter berbarengan keluarga sebagai perihal mutlak menciptakan mutu hidup pasien.

Umumnya pasien yang telah dinyatakan didalam stadium paliatif, dikirim oleh dokter onkolog atau ahli kanker. Bila pasien ada di tempat tinggal sakit, dievaluasi keperluannya apa. Contohnya bila pasien alami nyeri, maka dikerjakan rasa nyerinya. Bila alami lumpuh dikarenakan ada penjalaran di tulang belakang, butuh dikerjakan hubungan kerja dengan pihak rehabilitasi medik.

walaupun lumpuh, pasien mesti diedukasi agar terus dapat terima situasinya dengan baik. Tujuan perawatan paliatif, lanjut maria, yaitu quality of life serta quality of death. Apa maksud quality of death itu? bila pasien meninggal, maka dia dapat meninggalkan keluarganya serta keluarganya lalu siap ditinggalkan.

Yang dikerjakan didalam perawatan paliatif yaitu psikologis, spiritual, fisik, situasi sosial. Dalam perihal ini, pendidikan jadi perihal yang terutama untuk keluarga serta pasien dikarenakan dengan pendidikan itu, keluarga tahu benar kondisi pasien, bahwa ia tak lagi pulih. Mengajarkan pasien bahwa dukungan dari keluarga didalam situasi layaknya ini amat mutlak, dukungan pada stadium lanjut bukan hanya saja dengan finansial, tetapi keberadaan serta penunjukan rasa sayang pada pasien.