Mengenal Sinusitis

DokterSehat.Com – Sinusitis adalah suatu proses peradangan, atau pembengkakan, pada jaringan yang melapisi permukaan dalam rongga sinus. Normalnya, rongga sinus ini berisi udara. Namun, jika rongga tersebut tertutup atau tersumbat lalu terisi dengan cairan atau lendir, kuman (bakteri, virus, dan jamur) dapat tumbuh di tempat tersebut dan menyebabkan infeksi.

doktersehat-sinus-sinusitis-tht-hidung

Kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan penyumbatan sinus antara lain infeksi virus (yang dikenal dengan istilah common cold), rhinitis alergika (pembengkakan mukosa dalam hidung karena alergi), polip (tumor jinak kecil di mukosa hidung), atau deviasi septum (pergeseran tulang atau tulang rawan yang membatasi kedua lubang hidung).

Macam-Macam Sinusitis

  • Sinusitis Akut. Gejalanya mirip flu ringan seperti hidung tersumbat atau berair serta nyeri pada wajah yang muncul secara tiba-tiba dan tidak menghilang dalam waktu 10-14 hari. Sinusitis akut biasanya akan sembuh dalam waktu ?4 minggu dengan atau tanpa obat.
  • Sinusitis Subakut. Peradangan sinus yang terjadi selama 4-8 minggu.
  • Sinusitis Kronik. Gejala peradangan baru akan menghilang setelah 8 minggu atau lebih.
  • Sinusitis Rekuren. Sinusitis yang berulang hingga beberapa kali dalam satu tahun.

Siapa Sajakah yang Mungkin Menderita Sinusitis?
Semua orang dapat mengalami sinusitis. Risiko terjadinya sinusitis akan lebih besar pada orang-orang yang mengalami:

  • Pembengkakan mukosa yang melapisi permukaan dalam rongga hidung, misalnya karena flu atau alergi.
  • Sumbatan pada saluran yang berfungsi mengalirkan cairan yang dihasilkan oleh epitel sinus agar keluar dari sinus.
  • Kelainan struktural dimana terjadi penyempitan dari saluran-saluran sinus, misalnya kelainan bentuk hidung sejak lahir atau kelainan bentuk hidung karena kecelakaan.
  • Polip hidung.
  • Kondisi-kondisi yang membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, misalnya penurunan kekebalan tubuh atau penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh.

Pada anak-anak, hal yang meningkatkan risiko sinusitis antara lain alergi, tertular dari anak lain di sekolah atau taman bermain, dot atau empeng yang tidak terjaga kebersihannya, minum susu dari botol sambil berbaring, dan asap (terutama asap rokok) di sekitar anak.

Sedangkan faktor risiko utama pada orang dewasa adalah adanya infeksi dan kebiasaan merokok.

Gejala Sinusitis Akut
Gejala utamanya meliputi:

  • Nyeri di wajah, terutama bila ditekan, misalnya nyeri saat bersujud ketika solat.
  • Hidung tersumbat.
  • Hidung berair.
  • Hilangnya kemampuan pembauan.
  • Batuk atau sensasi seperti ada lendir yang mengalir dari hidung ke tenggorokan.

Gejala lain yang mungkin muncul:

  • Demam
  • Bau napas tidak enak
  • Badan lesu atau lemas
  • Nyeri gigi

Dikatakan sinusitisa akut bila ada dua atau lebih dari gejala-gejala di atas atau keluarnya lendir dari hidung yang kental dan berwarna kuning atau hijau.

Gejala Sinusitis Kronik
Gejala-gejala ini mungkin dirasakan selama 8 minggu atau lebih:

  • Wajah terasa membengkak
  • Hidung tersumbat
  • Lendir di dalam rongga hidung
  • Demam
  • Keluar cairan dari rongga hidung yang berwarna hijau atau kuning atau sensasi adanya cairan yang mengalir di belakang rongga hidung

Gejala lain:

  • Nyeri kepala
  • Bau napas tidak sedap
  • Badan lemah, lesu
  • Nyeri gigi
Baca Juga:  Mengapa Saya Tidak Bisa 'Berdiri'?

Pengobatan
Jika merasakan gejala-gejala seperti di atas, hubungi dokter. Dokter akan menanyakan gejala yang muncul dan melakukan pemeriksaan di area sinus termasuk pemeriksaan gigi, karena gigi yang berlubang juga berisiko menyebabkan infeksi pada sinus. Dokter mungkin juga akan memerlukan pemeriksaan penunjang seperti endoskopi hidung. Hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Jika terasa nyeri atau bengkak di wajah, dapat dilakukan kompres hangat, terutama di daerah sekitar hidung dan sinus paranasal.

Untuk hidung tersumbat, uap air hangat dapat meredakannya, tetapi jangan terlalu panas. Tetes hidung yang berisi larutan saline (NaCl 0,9%) juga aman digunakan untuk meredakan hidung tersumbat. Tetes hidung atau semprot hidung yang berisi dekongestan yang banyak dijual bebas juga dapat digunakan, tetapi sebaiknya mengikuti anjuran dokter. Hal ini dikarenakan penggunaan obat-obatan tersebut di dalam hidung dapat menyebabkan iritasi dan memperburuk peradangan pada mukosa hidung, apalagi jika obat-obatan tersebut digunakan terus-menerus untuk waktu yang lama.

Pada beberapa kasus, dokter juga mungkin akan meresepkan antibiotik. Pemberian antibiotik ini biasanya memerlukan waktu yang lama, sekitar 10-14 hari untuk sinusitis akut. Terapi dengan antibiotik ini harus dilakukan sampai tuntas untuk mencegah resistensi kuman terhadap obat. Jadi, jika dokter berpesan untuk datang kembali setelah obat habis, kemungkinan pengobatan belum tuntas, dan penderita harus tetap datang kembali ke dokter untuk mendapatkan obat meskipun gejalanya telah menghilang.

Orang dengan sinusitis juga perlu menghindari faktor pemicunya. Jika pemicunya karena adanya sumbatan pada saluran sinus, dokter akan memberikan obat untuk melebarkan saluran tersebut. Jika pemicunya alergi, dokter akan memberikan antihistamin dan pasien sendiri juga harus menjaga dirinya agar tidak terpapar bahan penyebab alergi tersebut. Jika pemicunya adalah jamur, dokter akan memberikan obat antijamur yang sesuai.

Yang tidak kalah penting dari obat adalah perubahan gaya hidup. Orang dengan sinusitis disarankan untuk mengonsumsi banyak air putih dan berhenti merokok.

Jika obat-obatan dan tindakan sederhana di atas tidak mampu mengatasi gejala sinusits yang ada atau jika ada kelainan struktural pada rongga hidung dan sinus, misalnya polip hidung atau deviasi septum yang berat atau bahkan patah tulang hidung, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi atau pembedahan. Pembedahan ini biasanya dapat dilakukan di tempat praktek dokter spesialis THT. Biasanya operasi ini bersifat ringan hingga sedang, dilakukan dengan alat endoskopi. Orang yang menjalaninya dapat kembali melakukan aktivitas normal dalam waktu 5-7 hari dan biasanya akan sembuh total dalam 4-6 minggu.

Apa yang Terjadi Jika Sinusitis Tidak Diobati?
Sinusitis dapat menyebabkan nyeri kepala dan wajah yang terus-menerus dan akan mengganggu aktivitas sehari-hari sampai teratasi. Pada kasus yang jarang, infeksi pada sinusitis dapat menyebar ke otak (karena letaknya dekat) menyebabkan meningitis (radang selaput otak) atau abses otak. Infeksi juga dapat menyebar ke tulang-tulang wajah menyebabkan osteomielitis.