Mengenal Perilaku Narsisisme

DokterSehat.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan teknologi telah berlangsung sangat cepat dan mempengaruhi perubahan gaya hidup yang sangat signifikan. Perubahan yang paling banyak kita rasakan adalah dalam hal komunikasi dan penggunaan internet yang kini telah menjadi hal yang sangat penting bagi banyak orang. Produk smartphone atau gadget-gadget lain yang mengakomodasi sosial media kini telah digandrungi semua kalangan dari anak muda hingga mereka yang sudah lanjut usia. Perkembangan ini juga memicu sebuah kondisi psikologis yang disebut dengan narsisisme.

doktersehat-narsis-narsistik

Jika kita mau mencermati, media sosial kini marak dengan banyaknya foto-foto selfie atau setidaknya mengupdate status pada media sosialnya. Meskipun terlihat sebagai hal yang normal, pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini bisa jadi termasuk dalam perilaku narsisime, sebuah perilaku mencintai atau membanggakan dirinya sendiri dengan berlebihan. Beberapa orang mengakui jika mereka memposting status atau foto-foto selfienya dengan harapan menarik perhatian atau bahkan mendapatkan popularitas. Namun, banyak pengguna media sosial yang ternyata memiliki obsesi dengan refleksi dari rupanya sendiri.

Mereka yang memiliki gejala narsisisme biasanya bisa mengupload foto selfine hingga puluh-puluhan kali dalam waktu yang relatif singkat. Mereka juga cenderung berpikir bahwa dirinyalah yang lebih cantik, lebih baik, dan lebih berwawasan luas dan Ia pun ingin orang lain berpikir hal yang sama tentang dirinya. Meskipun terlihat layaknya orang yang percaya diri, penderita narisisme ternyata memiliki kecenderungan berperilaku egois layaknya ingin membuat orang lain menderita hanya karena ingin dirinya dianggap lebih hebat dan lebih baik. Tak ayal, pakar psikologis pun mencap perilaku ini sebagai salah satu gangguan jiwa.

Perilaku narsisisme sendiri bisa dibagi menjadi grandiose, vulnerable, dan juga narcissistic personality disorder. Grandiose sendiri biasanya dapat dikenali dengan perilakunya yang cenderung mencari perhatian dan sangat dominan. Kata paling awam bagi kondisi ini adalah para penjilat yang biasanya sangat mudah ditemui pada tokoh politik. Vulnerable sendiri biasanya membuat perilaku yang cenderung lebih diam namun dalam hatinya Ia sangat yakin pada dirinya sendiri. Sayangnya, karena sikap diam ini, penderitanya justru bisa merasa terancam dengan perilaku orang lain yang dianggap bisa merusak kebaikannya. Penderita narsisisme vulnerable kerap kali disebabkan oleh kesalahan pengasuhannya semasa kecil. Narsisisme terakhir adalah narcissistic personality disorder dimana gangguan kejiawaan ini kerap kali dimiliki oleh pria dan penderitanya pun sangat mengagung-agungkan dirinya secara berlebihan dan seringkali akan menggunakan segala cara untuk mendapatkan pengakuan.