Mengenal Perbedaan Bronkitis Dan Asma

DokterSehat.Com – Ternyata masyarakat masih banyak yang salah mengidentifikasi mengenai bronkitis dan asma. Hal ini di karenakan bronkitis memiliki bebrapa gejala yang mirip dengan masalah paru-paru lainnya seperti asma. Jika anda tidak mengenalinya secara spesifik, ditakutkan jika pengobatan yang diberikan pun tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk itu kami memberikan seputar informasi perbedaan bronkitis dan asma.

5950870440_77a79721b4_o

Bronkitis

Bronkitis adalah istilah untuk peradangan yang terjadi di saluran pernapasan bawah. Penyebabnya, polutan udara yang membahayakan paru seperti asap kendaraan bermotor, rokok, dan segala jenis bahan beracun lagin. Kalau kita menghirup bahan polusi, lama kelamaan akan menjadi bronkitis karena terjadi proses peradangan pada saluran napas.

Bronkitis terbagi menjadi dua yaitu akut dan kronik. Bronkitis akut sering dialami anak-anak. Hanya, bronkitis akut ini terjadi sesaat dan tidak berkepanjangan. Biasanya, bronkitis akut ini terjadi karena adanya infeksi dan terpapar polusi udara yang mengakibatkan terjadinya proses peradangan.

Sedangkan bronkitis kronik adalah proses terjadinya menahun. Peradangan pada saluran napas yang bersifat kronik, tidak akan bisa kembali normal. Biasanya terjadi pada perokok atau orang yang terpapar polusi udara terus menerus.

Kalau ini terjadi terus menerus, maka akan terjadi kapalan pada saluran napas. Yaitu saluran napas menebal dan kaku. Akibatnya, saluran napas akan menjadi mampet, karena penebalan itu. Sehingga gejalanya muncul berupa sesak napas dan batuk yang terjadi terus menerus. Selain itu, dahak akan mengental akibat dari penebalan itu.

Bronkitis dapat terjadi kapan saja, tidak selalu dari usia anak-anak. Untuk bronkitis akut, masih dapat disembuhkan. Sedangkan kronik, maka tidak akan pernah hilang.

Untuk mengetahui diagnosa pasti apakah akut dan kronik maka pasien harus diperiksa ke dokter spesialis.

Baca Juga:  Penderita Hipertensi Sebaiknya Menghindari Makanan-Makanan Berikut

Asma

Asma merupakan penyakit yang menyerang seorang pasien yang memiliki saluran napas cenderung sensitif. Asma itu sama kayak Putri Malu. Ketika kena pencetusnya, akan mengerut dan mampet. Tapi, kalau pencetusnya hilang maka akan terbuka lagi.

Sebesar 90 persen asma disebabkan faktor genetik. Bila sebelumnya orangtua menderita asma, besar kemungkinan anak untuk mengalami asma juga sangat besar. Sisa 10 persen bisa disebabkan paparan polusi udara dan merokok. Jadi, saluran napas cenderung menjadi hipersensitif karena faktor eksternal.

Pencetus terjadinya hipersensitif ini berbeda antara pasien A dan pasien B. Bisa karena alergi, debu, stres, dan hawa yang dingin. Sampai saat ini, belum dapat diketahui pasti mengapa bisa berbeda-beda.

Sedangkan gejala untuk penyakit asma, karena sesak napas yang hilang timbul. Alasannya, karena dia baru akan timbul ketika ada pencetusnya. Dan bila asma terjadi terus menerus, maka asma itu disebut dengan asma menetap, yang membuat pasien harus selalu membawa obat hirup.