Mengenal Penyakit Tinea Cruris, Infeksi Kulit pada Paha Bagian Dalam

DokterSehat.Com – Pernah merasakan gatal-gatal yang disebabkan oleh infeksi jamur pada area paha bagian dalam, sekitar selangkangan, atau bahkan pantat? Bisa jadi ini adalah penyakit tinea cruris. Biasanya, tinea crunis akan menyebabkan ruam-ruam kemerahan dengan bentuk yang mirip dengan lingkaran dan terasa sangat gatal. Tinea cruris sendiri kerap menyerang orang-orang yang cenderung banyak memproduksi keringat layaknya para atlet atau pekerja lapangan. Namun, penyakit ini juga kerap menyerang mereka yang mengalami obesitas. Meskipun bukan penyakit berbahaya, namun tinea cruris akan menyebabkan rasa yang sangat tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas.

doktersehat-handuk-kering-bahaya-organ-vital-wanita-paha-gatal

Ada beberapa penyebab dari tinea cruris ini, namun, yang paling sering terjadi adalah karena infeksi jamur yang menyerang area paha bagian dalam karena area ini cenderung lembab. Sebagaimana kita ketahui, jamur sangatlah suka berkembang biak pada area yang lembab. Namun, tinea cruris juga bisa terjadi karena penularan yang diakibatkan oleh penggunaan handuk yang bersamaan atau bahkan kontak langsung pada penderitanya. Selain itu, ada juga kemungkinan tinea cruris disebabkan oleh kutu air yang biasanya diawali dari penyakit kulit dari kaki bagian bawah yang tidak ditangani dengan baik.

Gejala dari munculnya tinea cruris adalah munculnya warna kemerahan pada kulit yang biasanya dimulai pada lipatan pangkal paha hingga area paha bagian atas. Biasanya, bentuk awal dari tinea cruris adalah setengah lingkaran dan rasanya cukup gatal. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka rasa gatal ini akan semakin menjadi dan tidak tertahankan. Jika tinea cruris ini menjadi semakin parah, maka rasa gatal biasanya akan diikuti dengan sensasi terbakar dan kulit menjadi lebih bersisik dan mudah terkelupas.

Baca Juga:  Buah Pisang Mampu Sembuhkan Wasir

Beruntung pengobatan dari tinea cruris sangatlah mudah untuk dilakukan, yakni dengan memberikan salep atau obat antijamur yang dioleskan pada kulit yang sudah terinfeksi. Namun, ada baiknya kita harus memeriksakan kondisi tinea cruris ini ke dokter kulit sehingga bisa mendapatkan penanangan yang tepat.