Mengenal Penyakit Pembekuan Darah Seperti Dialami Hillary Clinton

DokterSehat.Com – Pembekuan darah (deep vein thrombosis) adalah penyakit pembekuan darah terjadi pada individu yang memiliki gaya hidup pasif, seperti terlalu banyak duduk dan kurang berolahraga. Selain itu, pembekuan darah juga bisa terjadi pada orang yang memiliki penyakit jantung dan varises.



Beberapa gejala pembekuan darah diantaranya pendarah dari mulut atau bagian gusi, pendarahan dibagian sistem urin dapat menjurus kepada darah dalam urin, pendarah dibagian sistem pencernaan dapat menjurus kepada darah dalam faces, dan pendarahan pada bagian tengkorak dan otak dapat menjurus kepada gejala seperti mual, muntah, dan cepat lelah.

Pembekuan darah biasanya terjadi di kaki, otak leher atau paru-paru. Gumpalan darah yang paling berbahaya ketika terhambatnya darah ke paru-paru dan otak karena berpotensi mengancam nyawa. setidaknya bisa menyebabkan stroke.

Faktor resiko

Penggumpalan darah terjadi akibat tekanan darah tinggi, diabetes, pil KB, kehamilan, stroke, terlalu lama duduk, masalah sirkulasi darah, dan masalah jantung. Terutama detak jantung yang tidak teratur yang disebut atrial fibrillation bisa meningkatkan kemungkinan untuk mengembangkan pembekuan darah.

Pengobatan

Minum obat seperti seperti warfarin (Coumadin), yang mengandung anti pembekuan (anti coagulan) darah bagi pasien yang mengalami penyakit yang memerlukan penanganan agar darahnya tidak kental.

Obat ini paling sering digunakan dalam dosis tunggal, bekerja menghambat vitamin K dalam mikrosom hepar dengan demikian mengganggu pembentukan factor pembekuan vitamin K.