Mengenal Penyakit Misophonia

DokterSehat.Com – Bagi mereka yang hidup di kota-kota besar, kebisingan telah menjadi hal yang biasa didapatkan, meskipun dalam realitanya kebisingan ini juga bisa tanpa disadari memicu stress dan juga kejenuhan. Setiap hari kita mendengar bisingnya suara mesin atau klakson kendaraan bermotor, atau bahkan teriakan dan jeritan orang sehari-hari dan berbagai suara menjemukan lainnya. Dalam sebuah fase tertentu, rasa jenuh dari kebisingan ini bahkan bisa memicu gangguan emosi yang disebut sebagai misophonia.

ktersehat-gangguan-pendengaran

Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika misophonia sendiri adalah sebuah gangguan emosi yang dimiliki seseorang saat mendengarkan suara-suara yang cenderung bising. Secara literal sendiri, istilah misophonia berarti benci dengan suara dan mereka yang mengidap penyakit ini bisa mengalami kecemasan berlebihan jika mendengar suara yang sangat bising atau berada di adlam keramaian. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pakar kesehatan menyebutkan jika otak manusia yang sudah cukup jenuh dengan kebisingan yang didapatkan setiap hari bisa mengalami sindrom sensitivitas selektif suara. Penderita misophonia parah sendiri bahkan bisa merasa terganggu dan sangat cemas saat mendengar suara kendaraan bermotor atau bahkan suara pabrik industri. Saat penyakit ini sudah semakin parah, suara-suara normal layaknya ketukan pada meja atau bahkan suara orang mengunyah makanan bisa menjadi hal yang sangat mengganggu dan membuat penderitanya kesulitan untuk bersosialiasi dengan orang lain. Selain rasa panik dan cemas, beberapa orang bahkan bisa kehilangan kendali pada emosinya dan ingin memukul orang lain. Gejala misophonia sendiri bisa diawali dengan rasa nyeri pada kepala, dada, atau bahkan keseluruhan tubuh. Beberapa penderita misophonia bahkan berujar jika mereka bisa mengeluarkan keringat berlebihan dan juga sesak nafas.

Baca Juga:  Adakah Cara Mencegah Penurunan Fungsi Kognitif

Suara telah menjadi hal yang hampir akan selalu kita dengarkan setiap hari, bahkan andai kita hidup di desa yang tenang sekalipun. Penderita misophonia parah pun sebaiknya memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat agar penyakitnya bisa disembuhkan dan Ia pun bisa menikmati kehidupannya seperti sedia kala.