Mengenal Penyakit Mata “Pterygium”

DokterSehat.Com – Pernahkan kita melihat seperti ada daging tumbuh ke arah dalam di mata seseorang. Mungkin itu yang disebut Pterigyum. Pterygium secara terminologi latin disebut pterygion yang berarti sayap kecil. Nama pterygium digunakan pada kondisi klinis berupa pertumbuhan jaringan fibrovaskuler (jaringan ikat yang sertai pertumbuhan pembuluh darah baru) yang meluas dari konjungtiva bulbi (bagian putih mata) hingga kornea (bagian tengah mata berwarna gelap) dan paling sering muncul dibagian mata yang lebih dekat ke arah hidung serta berpotensi mengganggu tajam penglihatan. Gejala klinis pada pasien pterygium berupa kemerahan, rasa panas pada mata, gatal, mata kering, rasa mengganjal pada mata, hingga gangguan tajam penglihatan. Pterygium lebih sering dijumpai pada laki-laki yang bekerja di luar rumah dan tepapar panas matahari.

doktersehat-mata-merah-kurang-vitamin-C-bakteri-glaukoma-Eksoftalmus

Derajat keparah pterygium berdasarkan penyebaran ke arah kornea dan keterlibatan dengan tajam penglihatan dibagi menjadi 3 yaitu tipe I yaitu pterygium yang meluas kurang 2mm dari kornea. Pada stadium ini sering tanpa keluhan meskipun sering mengalami radang ringan. Pasien dengan pemakaian lensa kontak dapat mengalami keluhan lebih cepat. Tipe II yaitu pterygium yang menutupi kornea sampai 4mm. Pada stadium ini dapat mempengaruhi kelengkungan kornea sehingga mata seseorang dapat menjadi silindris. Tipe III yaitu pterygium yang mengenai kornea lebih 4mm dan mengganggu penglihatan. Lesi yang luas dapat menyebabkan gangguan pergerakan bola mata.

Secara penampakan sel, pterygium mempunyai karakteristik sel-sel radang, neovaskularisasi (membentuk pembuluh darah baru), membentuk sel-sel baru, dan perubahan pada sel sekitar tempat tumbuhnya. Faktor risiko terjadinya pterygium yaitu faktor keturunan, paparan ultra-violet (UV), peradangan kronis seperti debu, kelembaban yang rendah, dan trauma kecil dari bahan partikel tertentu, dan virus. Paparan sinar matahari merupakan faktor utama terjadinya pterygium dengan cara menginduksi produksi faktor pertumbuhan, atau mengakibatkan peradangan kronis, atau mengakibatkan kerusakan DNA pada mata.

Baca Juga:  Pola Makan Yang Baik Bisa Mencegah Masalah Perut Kembung

Prevalensi pterygium di berbagai negara sangat beraneka ragam. Semakin jauh dari daerah tropis semakin berkurangnya faktor risiko pterygium. Di Indonesia pada tahun 2002 tercatat kasus pterygium diatas umur 21 tahun sebesar 10% sedangkan di Singapura pada tahun 2012, pterygium diatas umur 40 tahun tercatat 10,1% dan di India tengah pada tahun 2013 kasus pterygium diatas umur 30 tahun sebesar 12,91%. Penyedia layanan kesehatan harus menyadari pencegahan pterygium, terutama pada orang tua dan orang-orang di daerah tropis.