Mengenal Penyakit Infeksi menular seksual (IMS)

Dokter Sehat – IMS adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular, hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, lewat mulut (oral) atau lewat dubur (anal).

11

IMS juga disebut penyakit kelamin atau penyakit kotor, namun itu hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. Istilah Infeksi Menular Seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularannya. Tanda-tandanya tidak selalu ada di alat kelamin. Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati,otak dan bagian tubuh lainnya.

Contohnya HIV/AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelaminnya masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit-penyakit ini.

Mengapa saya perlu tahu tentang IMS?

Kalau kita sudah pernah berhubungan seksual, maka kita dapat terkena IMS, walaupun mungkin kita cuma pernah berhubungan seksual satu kali saja.

Apa bahayanya IMS?

1.IMS membuat kita sakit-sakitan

2.IMS membuat kita mandul

3.IMS bisa merusak penglihatan, otak dan hati

4.IMS bisa ditularkan pada bayi

5.IMS bisa menyebabkan kita mudah tertular HIV

6.IMS tertentu seperti HIV dan Hepatitis B, bisa menyebabkan kematian.

Apa saja jenis-jenis IMS itu?

1.GO atau kencing nanah

2.Klamidia

3.Herpes kelamin

4.Sifilis atau raja singa

5.Jengger ayam

6.Hepatitis

7.HIV/AIDS

Gejala

1.Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus.

2.Nyeri atau panas waktu kencing.

3.Benjolan, Bintik atau luka pada penis, vagina, anus atau mulut.
4.Pembekakan dipangkal paha A Peredaran setelah berhubungan kelamin A nyeri pada perut bawah (wanita) A nyeri pada buah pelir.

Bila timbul gejala tersebut diatas, kemungkinan ada IMS dan sebaiknya segera periksakan ke dokter dan diobatidan tidak dianjurkan untuk mengobati sendiri. Bila IMS tidak diobati bisa terjadi berbagai resiko seperti kemandulan, mudah terinfeksi HIV, keguguran, menularkan IMS kepada bayi yang dikandung, menularkan IMS pada pasangan.

Apa semua IMS bisa diobati ?

Tidak semua IMS bisa diobati. HIV/AIDS, Herpes, Jenger Ayam dan Hepatitis termasuk jenis-jenis IMS yang tidak bisa disembuhkan. HIV/AIDS termasuk paling berbahaya. HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan dan merusak kekebalan tubuh manusia untuk melawan penyakit apapun. Akibatnya, orang menjadi sakit-sakitan dan banyak yang meninggal karenanya.

Sementara Herpes, sering kambuh dan sangat nyeri kalau kambuh. Pada Herpes, yang diobati cuma gejala luarnya saja, tetapi bibit penyakitnya akan tetap hidup di dalam tubuh selamanya.
Catat ! Hepatitis juga tidak bisa disembuhkan. Walau begitu, ada jenis Hepatitis tertentu yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Apa yang harus kita lakukan kalau terkena IMS ?

Kalau terkena IMS atau curiga terkena IMS :

Baca Juga:  Minum Kopi Meminimalkan Resiko Kanker Prostat

1.Cepat ke dokter! IMS harus diobati, tetapi jangan mengobati sendiri. Dokter saja perlu melakukan tes untuk memastikan IMS yang diderita pasiennya. Obat IMS juga berbeda-beda tergantung jenis IMS-nya. Cuma dokter yang tahu obat paling tepat untuk IMS yang diderita. Pergilah ke dokter, klinik, puskesmas atau rumah sakit. ikuti saran dokter atau petugas kesehatan dan habiskan semua obatnya meski sakit dan gejalanya sudah hilang. Ajak atau anjurkan semua pasangan seks yang Anda ketahui untuk juga berobat.

2.Jangan melakukan hubungan seks selama dalam pengobatan IMS.

3.Beberapa IMS meskipun diobati, tidak bisa disembuhkan dan sifatnya kumat-kumatan. Herpes misalnya, akan kumat pada waktu-waktu tertentu.

4.Tes IMS tidak selalu dilakukan kecuali kalau perlu, biasanya dokter memeriksa berdasarkan tanda-tanda atau gejala-gejala yang kita rasakan. Jawablah semua pertanyaan dokter dengan jujur supaya ia dapat memberikan obat yang tepat.

Mencegah IMS

Cara mencegah IMS pada orang dewasa terutama adalah dengan tidak membiarkan darah atau cairan kelamin orang lain masuk ke dalam tubuh kita. Bagaimana mungkin?
Pencegahan penularan lewat seks :

1.Absen dari seks, alias tidak berhubungan seks sama sekali sehingga tidak ada cairan kelamin yang masuk ke dalam tubuh. ini sama dengan Pantang Seks atau Puasa Seks saat jauh dari pasangan.

2.Berlaku saling setia, atau berhubungan hanya dengan seseorang yang dapat dipastikan hanya berhubungan seks dengan kita saja kalau sudah menikah atau kita tidak bisa berpantang seks.

3.Cegah infeksi dengan menggunakan kondom sewaktu berhubungan seks. BIla kita tidak dapat memastikan kesetiaan pasangan kita, atau tidak tahu apakah ia pernah menerima transfusi darah, tato, suntuka dengan jarum yang tidak steril, gunakan kondom. Juga bila kita tidak bisa setia kepada pasangan kita. Gunakan kondom untuk hubungan seksual baik lewat liang senggama, lewat mulut maupun lewat dubur.

Pencegahan Penularan Cara lainnya :

1.Mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh kita.

2.Berhati-hati waktu menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar.

3.Mencegah pemakaian alat-alat tembus kulit yang tidak suci hama atau tidak steril terhadap diri kita. Misalnya Jarum suntik, alat tato, alat tindik dan sejenisnya yang bekas dipakai orang lain. Jarum suntik yang abru biasanya masih dalam plastik dan dibuka dihadapan kita.
Penularan IMS.

Kita bisa terkena IMS melalui hubungan seks yang tidak aman. Yang dimaksudkan tidak aman adalah :

1.Hubungan seks lewat liang senggama tanpa kondom (zakar masuk ke vagina atau liang senggama)

2.Hubungan seks lewat dubur tanpa kondom (zakar masuk ke dubur)

3.Seks oral (zakar dimasukkan ke mulut tanpa zakar ditutupi kondom)