Mengenal Osteoarthritis, Penyakit Sendi dan Tulang Rawan Pada Lansia

DokterSehat.Com – Osteoarthritis adalah peradangan sendi yang bersifat kronis dan progresif disertai kerusakan tulang rawan sendi berupa disintegrasi (pecah) dan perlunakan progresif permukaan sendi dengan pertumbuhan tulang rawan sendi (osteofit) di tepi tulang. Kemungkinan penyakit ini akan berujung pada kematian memang sangat kecil. Hanya saja penyakit ini sangat mengganggu aktivitas sehari hari para pekerja. Terutama pekerja yang menggunakan alat alat berat.



Setelah terjadi kerusakan tulang rawan, sendi dan tulangnya juga ikut berubah. Pada permukaan sendi yang sudah aus, terjadilah pengapuran. Yaitu tumbuhnya tulang baru yang merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk menjadikan sendi kembali stabil. Tapi ini justru membuat sendi menjadi kaku. Sendi yang biasanya menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang berat badan seperti sendi lutut, sendi tulang belakang, dan sendi panggul. Selain itu juga pada sendi tangan/kaki. Jika tidak diobati, sakit akan bertambah sampai tidak bisa berjalan. Selain itu, tulang bisa mengalami perubahan bentuk atau deformity. Jika dibiarkan, osteoarthritis dapat menyebabkan cacat permanen pada tulang. Bentuk tulang bisa berubah menjadi bengkok baik ke dalam maupun keluar.

Penyebabnya bisa macam macam. Usia yang terus bertambah. Karena OA ini merupakan salah satu penyakit degenerative. Bagian sendi yang sering terguncang guncang dan tertarik dan berbagai macam factor pemicu lainnya.

Berikut ini tanda-tanda serangan OA:

  1. Persendian terasa kaku dan nyeri apabila digerakkan terutama dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.
  2. Adanya pembengkakan/peradangan pada persendian.
  3. Persendian yang sakit berwarna kemerah-merahan.
  4. Kelelahan yang menyertai rasa sakit pada persendian.
  5. Kesulitan menggunakan persendian.
  6. Bunyi pada setiap persendian (crepitus). Gejala ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya rasa tidak nyaman pada setiap persendian (umumnya lutut).
  7. Perubahan bentuk tulang.
Baca Juga:  Sehatkah Kopi yang Disediakan di Cafe?

 

OA dapat dihindari dengan mengeliminir faktor predisposisi di atas. Sebagai tips, lakukan hal-hal berikut untuk menghindari sedini mungkin dengan:

  1. Menjaga berat badan. Merupakan faktor yang penting agar bobot yang ditanggung oleh sendi menjadi ringan
  2. Melakukan jenis olahraga yang tidak banyak menggunakan persendian atau yang menyebabkan terjadinya perlukaan sendi. Contohnya berenang dan olahraga yang bisa dilakukan sambil duduk dan tiduran.
  3. Aktivitas olahraga hendaknya disesuaikan dengan umur. Jangan memaksa untuk melakukan olahraga porsi berat pada usia lanjut. Tidak melakukan aktivitas gerak pun sangat tidak dianjurkan. Tubuh yang tidak digerakkan akan mengundang osteoporosis.
  4. Menghindari perlukaan pada persendian
  5. Meminum obat-obatan suplemen sendi (atas anjuran dokter)
  6. Mengkonsumsi makanan sehat.
  7. Memilih alas kaki yang tepat & nyaman.
  8. Lakukan relaksasi dengan berbagai teknik.
  9. Hindari gerakan yang meregangkan sendi jari tangan.
  10. Jika ada deformitas pada lutut, misalnya kaki berbentuk O, jangan dibiarkan. Hal tersebut akan menyebabkan tekanan yang tidak merata pada semua permukaan tulang.