Mengenal Manfaat dan Resiko Vaksin Polio

DokterSehat.Com – Siapa yang tak kenal istilah penyakit polio. Penyakit yang satu ini membutuhkan perhatian dan pencegahan yang lebih dini guna mencegah terjadinya kecacatan. Pencegahan terhadap polio dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi. Apalagi saat ini sedang galak-galaknya pemerintah Indonesia mensosialisasikan vaksin ini dengan mengadakan Pekan Imunisasi Nasiobal (PIN) yang saat ini sedang berlangsung.

doktersehat-suntik-hormon-injeksi-flu-burung-vaksin

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang hidup di tenggorokan dan saluran pencernaan, dan pernah menjadi penyebab utama kecacatan di Amerika Serikat. Sejak diperkenalkannya vaksin polio pada tahun 1955, penyakit ini telah berhasil dibasmi di Amerika Serikat, namun masih umum di beberapa negara berkembang. Hingga saat ini polio masih menjadi salah satu penyakit yang diberantas di seluruh dunia. Itulah mengapa vaksinasi polio perlu dilakukan, terutama kepada anak, sebelum mereka memasuki bangku pendidikan.

Jika kita telah menerima vaksinasi polio sebelum tahun 2000, kita mungkin telah menerima vaksin polio oral (OPV), yang dibuat dari virus polio hidup. Meskipun vaksin virus hidup sangat efektif untuk melindungi seseorang terhadap polio, beberapa kasus polio per tahun disebabkan oleh vaksin oral itu sendiri. Pada tahun 2000, Amerika Serikat beralih ke vaksin polio tidak aktif (IPV). Menggunakan jenis virus yang tidak aktif yang tidak dapat menyebabkan polio. IPV biasanya diberikan sebagai suntikan di lengan atau kaki.

IPV diberikan bersamaan dengan vaksinasi lainnya. Kebanyakan orang mendapatkan vaksin tersebut saat mereka masih anak-anak. Karena kebanyakan orang dewasa menerima vaksin saat mereka masih kecil, vaksinasi polio rutin disarankan untuk dilakukan kepada orang-orang berusia 18 tahun ke atas.

Terdapat tiga kelompok orang dewasa yang berisiko tinggi untuk terkontak dengan virus polio, dan mereka harus mempertimbangkan untuk melakukan vaksinasi polio, diantaranya :

  1. Para petualang yang seringkali berpindah dari satu belahan dunia ke belahan dunia lainnya terutama ke tempat-tempat yang masih umum polio.
  2. Orang-orang yang bekerja di laboratorium penanganan spesimen yang mungkin mengandung virus polio.
  3. Petugas kesehatan yang kontak dekat dengan orang yang terinfeks ivirus polio
Baca Juga:  Mengatasi Bau Badan Dengan Alam

Jika bertemu dengan tiga grup tersebut, segera konsultasikan keadaan Anda kepada dokter untuk mendapatkan vaksinasi polio.

Vaksin jenis ini juga memeliki resiko dan efek samping yang minimal. Beberapa orang yang mendapatkan vaksinasi polio akan merasakan sakit, perih dan merah di tempat suntikan itu diberikan, namun di luar itu vaksin polio sangat aman. Kebanyakan orang sama sekali tidak memiliki masalah dengan hal tersebut. Namun, vaksin polio, seperti obat apapun, berpotensi menimbulkan masalah serius, seperti reaksi alergi yang parah.