Mengenal Maiesiophilia, Predator Seksual Ibu Hamil

DokterSehat.Com– Setelah beberapa saat lalu banyak orang yang khawatir dengan kasus pedofil, para predator seksual yang mengincar anak-anak, kini banyak orang yang kembali khawatir dengan jenis kelainan seksual lainnya yang disebut sebagai maiesiophilia. Maiesiophilia sendiri adalah julukan bagi mereka yang memiliki gairah seksual yang sangat tidak wajar, yakni saat melihat ibu hamil. Yang menjadi masalah adalah, penderita maiesiophilia ini bisa memburu ibu hamil demi memuaskan nafsu seksualnya.

doktersehat-game-kecanduan-pria-kelainan-porno-tv-malas-beresiko-kematian-nonton

Merebaknya pemberitaan tentang predator ibu hamil ini berawal dari postingan di media sosial Facebook dari akun bernama Mei Ditte. Dalam postingan tersebut, Mei merasa jijik dengan orang-orang yang bisa bergairah dengan melihat ibu hamil setelah melihat banyaknya bukti dimana cukup banyak orang yang ternyata merasa puas setelah menikmati foto-foto ibu hamil. Menurutnya, orang-orang tersebut adalah orang yang sakit dan seharusnya segera diwaspadai atau bahkan disembuhkan agar tidak memakan korban.

Menurut pakar kesehatan, maiesiophilia bisa dijelaskan dengan meningkatnya gairah seksual seseorang andai melihat wanita hamil. Beberapa referensi bahkan menyebutkan bahwa mereka yang menderita maiesiophilia juga memiliki keinginan untuk berhubungan intim dengan ibu hamil. Jika anda memiliki gairah tersebut saat melihat ibu hamil, terkecuali istri anda, maka bisa jadi anda juga menderita masalah mental ini.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa maiesiophilia bisa disebabkan oleh kebiasaan seseorang saat anak-anak yang melihat ibu hamil sebagai orang-orang yang cantik. Sayangnya, hal ini akhirnya berkembang menjadi penyimpangan seksual hingga usia dewasa.

Melihat adanya penyimpangan seksual maiesiophilia ini, ada baiknya ibu hamil, khususnya yang sudah hamil 7 bulan atau lebih, untuk tidak sembarangan untuk memposting foto kehamilannya karena bisa jadi hal ini menjadi konsumsi para pengidap maiesiophilia.