Mengenal Lebih Jauh Azoospermania Dan Pengobatannya

DokterSehat.Com – Penyakit azoospermia atau sperma kosong adalah momok yang sangat menakutkan dan ditakuti oleh pria, Karena perlu anda ketahui bahwa jika seorang pria menderita azoospermia maka akan susah untuk mempunyai keturunan, Namun jangan putus asa. Karena disini kami membawa kabar gembira untuk anda penderita azoospermia supaya bisa sembuh dari penyakit azoospermia.



Penyebab

  • Gangguan hormon
    Testis memerlukan hormon hipofisis untuk merangsang membuat sperma. Jika hormon tersebut tidak ada atau sangat kurang, maka testis tidak akan memproduksi sperma secara maksimal. Gangguan hormon bisa dsebabkan oleh obat-obatan tertentu, seperti androgen (steroid), antibiotik, dan obat-obatan untuk mengobati peradangan atau kanker. Rokok, alkohol, dan narkotika juga dapat menyebabkan gangguan hormon.
  • Kegaggalan testis
    Kegagalan testis merujuk pada ketidakmampuan testis (epitel seminiferus) memproduksi sperma, untuk membuat jumlah sperma matang yang memadai. Kegagalan ini bisa terjadi pada setiap tahap dalam produksi sperma. Ada beberapa alasan penyebab kegagalan testis, yaitu testis tidak memiliki sel-sel yang membelah menjadi sperma atau yang disebut Sertoli cell-only syndrome, sperma tidak mampu menyelesaikan tahap perkembangannya (maturation arrest), dan juga disebabkan oleh adanya kelainan genetik.
  • Varicocele
    Varicocele atau varises di buah zakar adalah terbukanya pembuluh darah di dalam skrotum. Varicocele sama halnya dengan varises yang biasa terjadi di kaki. Pembuluh darah vena yang membesar dan terbuka disebabkan karena darah tidak mengalir dengan baik. Pelebaran pembuluh darah menyebabkan banyak darah yang mengalir ke skrotum, yang berakibat negatif pada produksi sperma.

    Nah, bagi para penderita seharusnya segera melakukan pemeriksaan dan perawatan. Sedangkan pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan fisik
    Tes yang paling sederhana adalah pemeriksaan fisik. Sebagian besar testis terdiri dari unsur-unsur produksi sperma yaitu epitel seminiferus, ketika ukuran testis sangat berkurang, ini merupakan indikasi bahwa epitel seminiferus terpengaruh.
  • Pemeriksaan hormon
    Follicle stimulating hormone (FSH) adalah hormon yang dihasilkan oleh hipofisis, yang bertanggung jawab merangsang testis untuk membuat sperma. Ketika kapasitas produksi sperma dari testis berkurang, hipofisis membuat lebih banyak FSH dalam usaha untuk membuat testis melakukan tugasnya.

    Oleh karena itu, jika FSH seorang pria sangat tinggi, maka ada indikasi bahwa testis tidak memproduksi sperma secara optimal.

  • USG transrectal
    Untuk meghilangkan penyumbatan pada saluran ejakulasi, sering dilakukan USG pada saluran ejakulasi dan vesikula seminalis. Dalam tes ini, USG ditempatkan di rektum dari saluran yang terletak di dekat dinding rektum. Selain itu juga pada saluran ejakulasi melewati prostat, sebuah kelenjar yang dapat dirasakan melalui dinding dubur laki-laki.
  • Tes urin
    Ada kemungkinan ejakulasi terjadi ke arah yang berlawanan. Sperma didorong ke kandung kemih dan kemudian dikeluarkan ketika orang buang air kecil setelah ejakulasi.

    Untuk pengujian ini, pasien harus mengosongkan kandung kemih, dan kemudian ejakulasi ke dalam wadah. Pasien kemudian diminta buang air kecil lagi ke wadah spesimen yang berbeda. Jika ada sperma dalam air seni, berarti ia mengalami ejakulasi mundur. Kadang-kadang hal ini dapat diperbaiki dengan obat minum.

  • Biopsi testis
    Tes dilakukan dengan mengambil sampel testis dengan jarum suntik atau melalui sayatan kecil dalam skrotum. Ini akan membantu menentukan kemampuan testis untuk memproduksi sperma normal.

Masihkah penderita bisa punya anak?

Apakah jika sudah divonis pria azoospermia bakal sulit punya anak? Tentu saja, tapi jika si pria berusaha melakukan pengobatan masalah spermanya bisa membaik.

Bagaimana cara pengobatannya? Bila Anda menempuh pengobatan secara medis, biasanya dokter memberi obat-obatan kimia seperti antibiotik untuk mengobati infeksi pada sistem reproduksi. Sedangkan untuk penderita varicocle biasanya dokter mengobatinya dengan cara percutaneous embolization. Sebuah obstruksi (penyumbatan) dibuat dalam pembuluh darah yang membesar. Ini akan menghentikan aliran darah dan mengobati varicocele.

Selain itu, terkadang dokter juga melakukan langkah operasi untuk menghapus varicocele atau memperbaiki vas deferens yang tersumbat.

Sedangkan di klinik kami tentu saja tidak melakukan langkah-langkah tersebut. Semua pengobatan di klinik kami menggunakan herbal. Jadi, sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Untuk antibiotik, misalnya, kami menggunakan tanaman-tanaman yang memang memiliki fungsi antibiotik seperti kunyit, sambiloto, lidah mertua, kayu manis, dan sebagainya.

Tetapi tentu saja pengobatan yang kami lakukan sangat ditentukan oleh kondisi pasien. Apa yang menjadi penyebab azoospermia tersebut. Karena itu hasil uji lab pasien menjadi sangat penting untuk ketepatan pengobatannya.

Tetapi hal yang paling penting dalam pengobatan azoospermia adalah faktor hormonal. Sehingga obat-obatan herbal yang berhubungan dengan terapi hormonal menjadi sangat penting. Di klinik kami memiliki ramuan dengan formula khusus yang kadar dan dosisnya disesuaikan dengan kondisi pasien. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah penerapan pola hidup yang sehat.