Mengenal Lebih dalam Penyakit Kolera

DokterSehat.Com – Penyakit kolera adalah Penyakit menular di saluran pencernaan yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi di sebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Bakteri tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada saluran usus sehingga terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh dan masuk pada kondisi dehidrasi.

13

Penyakit kolera sempat menjadi penyakit yang lazim di Amerika Serikat pada tahun 1800-an sebelum adanya sistem sanitasi modern. Dan sekarang, wabah kolera masih menjadi masalah yang serius di sejumlah bagian dunia. Setidaknya ada 150.000 kasus dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia setiap tahunnya.

Kolera paling sering terjadi pada tempat-tempat dengan sanitasi buruk, padat penduduk, dilanda perang dan kelaparan.

Penyebab

Kolera disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae yang biasanya terdapat pada makanan atau air yang terkontaminasi oleh feses dari penderita kolera. Sumber-sumber bakteri ini umumnya ialah :

  • Es batu yang cara pembuatannya tidak bersih
  • Makanan dan minuman yang dijual oleh pedagan kaki lima
  • Sayuran yang disirami dengan air yang terkontaminasi feses manusia
  • Ikan mentah atau setengah matang dan makanan laut yang ditangkap di perairan yang tercemar limbah

Saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, bakteri yang masuk ke dalam tubuh kemudian melepaskan racun di dalam usus yang menyebabkan diare berat.

Siapa yang beresiko terkena kolera?

Siapapun bisa terkena kolera, namun sejumlah faktor tertentu dapat membuat Anda lebih rentan terkena kolera dan mengalami gejala-gejala kolera yang berat. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu :

  • Kondisi sanitasi yang buruk dan kurang persediaan air bersih, ini biasanya dialami di kamp-kamp pengungsian, negara-negara berkembang, dan tempat yang porak poranda akibat perang atau benana alam.
  • Kondisi kekurangan atau tidak adanya asam lambung di dalam lambung. Bakteri kolera tidak dapat bertahan hidup dalam lingkungan asam dan asam lambung sering berfungsi sebagai pertahanan pertama terhadap infeksi. Mereka yang memiliki tingkat asam lambung rendah termasuk anak-anak, orang tua, dan mereka yang sedang dalam menjalani pengobatan tertentu.
  • Tinggal bersama dengan penderita kolera.
  • Mempunyai golongan darah O. Untuk alasan yang belum jelas, orang dengan golongan darah O diketahui dua kali lebih rentan terinfeksi kolera.
Baca Juga:  Emfisema, Bisa Diakibatkan Rokok dan Kelainan Genetik

Jika dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, penyakit kolera bisa menimbulkan dehidrasi berat pada pasiennya. Dan kondisi tersebut sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian.