Mengenal istilah “Pruritus”

DokterSehat.Com – Pruritus adalah rasa gatal yang bisa meliputi seluruh atau sebagian tubuh seseorang. Gatal dapat disertai dengan ruam atau bercak-bercak kemerahan. Gatal umumnya terjadi dalam waktu yang singkat namun dapat pula menjadi berat hingga mengganggu penderitanya. Selain ruam, gatal juga dapat berbentuk benjolan yang kemerahan, kulit kering yang pecah-pecah, dan tekstur yang menyerupai kapalan atau bersisik.

doktersehat-wanita-punggung-gatal-merah-itchy-kulit-alergi-Pruritus-garuk-cacar-air

Pertama sekali kita harus mengetahui apa saja yang menjadi penyebab terjadinya pruritus (gatal). Pruritus dapat disebabkan oleh gangguan kulit ringan, seperti kulit yang terlalu kering, gigitan serangga, hingga yang diakibatkan oleh penyakit gangguan sistemik seperti, diabetes melitus. Secara umum penyebab pruritus terbagi menjadi :

  1. Gangguan kulit

Beberapa gangguan kulit yang dapat berdampak kepada kondisi kulit dan menimbulkan gatal, antara lain eksim, urtikaria atau biduran, dermatitis kontak alergi, ketombe, prurigo, dan inflamasi pada mukosa mulut atau lichen planus.

  1. Reaksi alergi pada kulit

Benda-benda seperti perhiasan yang mengandung nikel atau kobalt dapat memicu reaksi alergi gatal pada kulit. Karet, lateks, bahan tekstil, wewangian, cat rambut, tanaman seperti serbuk bunga dapat menjadi pemicu pruritus. Begitu juga dengan obat-obatan, seperti aspirin, paparan sinar ultra violet yang berlebihan serta cuaca yang lembap atau panas.

  1. Sengatan atau gigitan serangga dan parasit

Parasit seperti kutu rambut, cacing kremi, ngengat, kutu loncat, nyamuk, lebah, tawon, kutu busuk, dan parasit trikomoniasis penyebab penyakit menular seksual juga dapat memicu pruritus.

  1. Pada beberapa penyakit, pruritus adalah salah satu gejala yang mengindikasikan infeksi pada bagian tubuh yang terjangkit.

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dapat memiliki gejala gatal dan semakin gatal apabila terkena keringat. Infeksi jamur pada kaki atau kutu air, infeksi jamur pada area vagina atau penis juga dapat menyebabkan pruritus. Infeksi akibat bakteri sering digambarakan dengan gatal dengan kulit kemerahan dan diraba terasa panas.

  1. Kehamilan dan menopause
Baca Juga:  Pertolongan Pertama Tersedak pada Orang Dewasa

Ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh perempuan yang sedang hamil atau memasuki masa menopause dapat menjadi penyebab munculnya pruritus. Pada perempuan hamil, pruritus umumnya menghilang setelah persalinan. Beberapa kondisi pemicu pruritus pada wanita hamil, antara lain pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP) yang umumnya muncul di area paha dan perut. Prurigo gestationis umumnya muncul pada area tangan, kaki, dan batang tubuh pasien.

  1. Kondisi lain

Pruritus juga mrpkn gejala dari penyakit-penyakit, seperti hipertiroid, hipotiroid, hemorrhoid, polisitemia, dan anemia sbg akibat kekurangan zat besi, hepatitis, gagal ginjal kronis, primary biliary cirrhosis atau peradangan saluran empedu, serta kanker jenis tertentu. Kondisi psikologis, seperti gangguan kecemasan atau depresi, juga dapat memicu pruritus.

Selain gejala yang telah disebutkan di atas, pruritus yang berlangsung lebih dari dua minggu sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut. Beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai adalah jika pruritus tidak kunjung sembuh setelah melalui penanganan mandiri di rumah, muncul di seluruh badan, dan telah mengganggu aktivitas harian. Pruritus yang mengganggu dapat menyebabkan luka dan infeksi pada kulit. Pruritus yang berlangsung lama juga dapat memiliki intensitas gatal yang lebih terasa.