Mengenal Hipoglikemia

DokterSehat.Com – Hipoglikemia adalah suatu kondisi yang terjadi akibat kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu rendah. Gula merupakan sumber energi yang utama bagi tubuh.

doktersehat-sakit-wanita-leher-lelah-pundak-text-neck-main-ponsel

Hipoglikemia paling sering terjadi sebagai efek samping dari terapi diabetes. Namun, pada beberapa keadaan tubuh tertentu juga dapat menyebabkan rendahnya kadar gula darah dalam tubuh, tanpa adanya penyakit diabetes. Hipoglikemia bukanlah penyakit, namun suatu gejala adanya masalah kesehatan lain.

Hipoglikemia merupakan keadaan gawat darurat yang harus segera ditangani. Penanganan hipoglikemia bertujuan mengembalikan kadar gula darah kembali normal. Kadar gula darah normal yaitu 70-110 mg/dl. Caranya dapat menggunakan makanan dengan kadar gula tinggi maupun obat-obatan. Hipoglikemia yang terjadi secara terus menerus perlu diidentifikasi dan diterapi penyebab utamanya.

Selama proses pencernaan, tubuh memecah karbohidrat dari makanan, seperti nasi, roti, pasta, menjadi berbagai molekul gula. Salah satu molekul gula yang disebut glukosa, merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Glukosa kemudian diserap ke dalam aliran darah, kemudian dengan bantuan insulin, glukosa masuk ke dalam sel. Insulin merupakan hormon yang dihasilkan oleh pankreas ketika kadar glukosa darah meningkat. Proses ini mencegah kadar glukosa darah meningkat hingga level bahaya.

Pada kondisi Anda tidak makan selama beberapa jam dan kadar gula darah turun, hormon glukagon yang juga dihasilkan pankreas memberikan sinyal pada liver untuk memecah glikogen dan melepaskan glukosa ke aliran darah. Tujuannya adalah kadar gula darah tetap normal hingga makan kembali.

Pasien diabetes memiliki masalah akibat gangguan produksi insulin (diabetes tipe 1) atau kurangnya sensitivitas sel dalam menangkap hormon insulin (diabetes tipe 2) sehingga terjadi penumpukan glukosa dalam darah dan dapat mencapai level bahaya. Untuk itu, diperlukan obat-obatan atau insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

Namun, penggunaan insulin maupun obat-obatan pada diabetes secara berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia. Apalagi penderita diabetes seringkali membatasi dietnya secara ketat dengan mengurangi atau tidak makan karbohidrat sama sekali, terlebih bila disertai dengan olahraga berlebihan.

Hipoglikemia juga dapat dialami oleh mereka yang tidak menderita diabetes. Penyebabnya antara lain:

  • Obat-obatan, seperti kuinin (obat malaria), obat antidiabetik (yang tidak sengaja tertelan).
  • Konsumsi alkohol berlebihan tanpa makan dapat mencegah liver melepaskan simpanan glukosa ke dalam darah.
  • Penyakit berat, seperti hepatitis berat, gagal ginjal, dan anoreksia nervosa.
  • Overproduksi insulin akibat tumor pankreas (insulinoma) atau pembesaran sel beta pankreas (nesidioblastosis) menghasilkan senyawa mirip insulin dalam jumlah banyak dan menyebabkan hipoglikemia.
  • Defisiensi hormon tertentu yang berasal dari kelenjar adrenal dan hipofisis dapat menyebabkan gangguan produksi glukosa.
  • Pembedahan lambung dapat menyebabkan hipoglikemia reaktif yang terjadi setelah makan akibat tubuh menghasilkan insulin lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Baca Juga:  Mengenal Kelainan Jantung, Mitral Valve Prolapse (MVP)

Tubuh dan otak memerlukan pasokan gula yang kontinyu untuk dapat bekerja secara baik. Bila kadar gula darah sangat rendah, seperti yang terjadi pada hipoglikemia, dapat muncul gejala sebagai berikut:

  • Berdebar-debar
  • Lemah
  • Pucat
  • Gemetar
  • Cemas
  • Keringat dingin
  • Lapar
  • Kebingungan
  • Pandangan kabur

Namun, gejala ini tidak spesifik pada orang yang mengalami hipoglikemia saja, sehingga diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah kondisi tesebut disebabkan oleh hipoglikemia.

Apabila tidak segera ditangani, orang dengan hipoglikemia dapat jatuh dalam kondisi kejang, penurunan kesadaran, hingga kematian. Oleh karena itu, bila menemui gejala seperti di atas, walaupun belum dapat dipastikan bahwa telah terjadi hipoglikemia, segera lakukan langkah berikut:

  • Bila penderita sadar, berikan makanan berkarbohidrat yang cepat diubah menjadi glukosa dalam tubuh, seperti permen, teh manis, dan jus buah. Jangan berikan makanan mengandung lemak dan protein karena memperlambat absorpsi gula oleh tubuh. Segera bawa penderita ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
  • Bila penderita tidak sadar, segera bawa penderita ke IGD terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang sesuai. Bila penderita terbukti mengalami hipoglikemia, penderita akan diberikan glukosa secara intravena. Jangan berikan makanan maupun minuman pada orang yang tidak sadar karena berisiko masuk ke saluran pernapasan.

Bila Anda menderita diabetes dan sering mengalami hipoglikemia, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan pola makan dan olahraga serta pengaturan konsumsi obat. Sedangkan bila Anda tidak menderita diabetes namun sering mengalami hipoglikemia, konsultasikanlah pula pada dokter untuk mencari penyebab terjadinya hipoglikemia serta konsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering setiap selang waktu tertentu untuk mencegah kadar gula darah terlalu rendah.