Mengenal Gejala Pengapuran Sendi

DokterSehat.com – Sendi lutut terasa sakit saat berjalan atau berjongkok? Waspadalah, bisa jadi Anda terkena pengapuran sendi. Pengapuran sendi stadium awal biasanya ditandai dengan nyeri dan kekakuan setelah tidak bergerak dalam waktu lama, misalnya setelah duduk lama atau bangun tidur.



Biasanya sendi juga akan teras sakit jika digunakan untuk beraktivitas, misalnya naik turun tangga, jongkok, atau berjalan dalam  waktu yang lama. Selain itu, sering juga terdengar bunyi “krek-krek” saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium yang lebih berat, penderita tidak hanya merasakan sakit saat beraktivitas saja tapi juga saat sedang istirahat. Pada stadium lanjut, rasa sakit akan makin hebat, sendi lutut menjadi kaku dan bengkok seperti huruf X atau O. Umumnya, penderita pengapuran sendi yang berat akan berjalan pincang.

Jika difoto rontgen maka akan terlihat celah sendi yang terkena pengapuran lebih sempit ketimbang celah sendi yang normal sebagai akibat penipisan tulang rawan sendi. Hasil foto rontgen ini dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan pengapuran sendi.

Pengapuran sendi dibagi menjadi 4 stadium. Stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sementara stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi yang berat.

Pengobatan

Pengobatan pengapuran sendi berbeda-beda tergantung stadiumnya. Pengapuran sendi yang ringan (stadium 1 dan 2) masih bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, misalnya dengan diet penurunan berat badan dan pemberian obat berupa:

1. Obat anti-nyeri dan anti-radang

2. Obat pelumas sendi yang disuntikan ke dalam sendi

3. Pemberian suplemen yang mengandung glukosamin dan kondroitin sulfat untuk menumbuhkan tulang rawan.

4. Operasi dengan kamera dan alat khusus yang dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil untuk membersihkan permukaan tulang rawan sendi yang berserabut dan membuang “kotoran” lain di dalam sendi. Operasi semacam ini disebut “arthroscopic debridement”.

Baca Juga:  Pepaya, Buah Manis Atasi Sembelit