Mengenal gejala dan penyebab penyakit exim

DokterSehat.Com – Penyakit exim sepintas terlihat seperti penyakit yang disebabkan jamur, namun sebenarnya penyakit ini berbeda. Ketidakmampuan dalam mengidentifikasi penyakit exim inilah yang membuat pengobatan yang dilakukan sebagian besar masyarakat tidak tepat dan membuatnya sulit sembuh. Padahal untuk mengobati penyakit exim,diperlukan petunjuk dokter dan obat-obatan yang khusus untuk penyakit exim ini. Kebiasaan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit seperti menggunakan salep, lotion atau krim yang dijual bebas tidak dapat menyembuhkan penyakit exim. Bisa jadi malah memperburuk atau memperparah keaadan penyakit exim tersebut.

3

Ada perbedaan mendasar antara penyakit exim dengan jamur kulit, yakni secara kasat mata sebenarnya exim memiliki sedikit corak yang beraneka ragam pada kulit. Batas kulit yang kelainan dengan yang sehat tidak begitu jelas, sehingga jarang orang yang bisa melihat secara jelas, terkadang hanya samar-samar atau tidak begitu tampak. Sedangkan untuk penyakit kulit yang disebabkan jamur coraknya tidak beragam, batas kelainan kulit dan kulit sehat sangat tegas seperti peta. Kedua penyakit tersebut memang menjadi sangat rancu, karena kadang orang dihinggapi keduanya tanpa disadari. Yakni pada awalnya penyakit exim lalu kemudian ditumpangi jamur kulit.

Mengenal penyakit exim

Penyakit exim dalam bahasa ilmiah disebut sebagai dermatitis. Dermatitis merupakan istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang seperti meradang dan iritasi. Dapat dikatakan bahwa penyakit ini dapat dengan mudah dijumpai menyerang kulit. Peradangan ini dapat menyerang di mana saja di seluruh bagian tubuh. Namun radang disertai iritasi ini pada umumnya menyerang bagian tangan dan kaki. Exim jenis dermatitis atopik adalah yang paling banyak ditemui terjadi pada orang Indonesia. Bentuk penyakit ini bermacam, mulai dari yang ringan dengan kulit kemerahan hingga bentuk yang berat yang disertai bengkak dan bernanah.

Gejala penyakit exim akan muncul pada usia anak-anak, pada saat usia mereka diatas dua tahun. Meskipun begitu, sebenarnya penyakit ini dapat menyerang segala umur, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Sebagian besar anak-anak akan sembut sebelum usia lima tahun tapi sebagian kecil terus mengalami exim hingga dewasa. Pada beberapa kasus, seiring bertambahnya usia, maka exim akan menghilang. Namun beberapa akan menderita penyakit exim seumur hidupnya. Oleh karena itu pengobatan yang tepat dapat mengendalikan exim supaya tidak kambuh.

Gejala

Gejala yang paling utama bagi penderita exim adalah rasa gatal yang tidak tertahankan di bagian yang terkena exim. Gejala tersebut disertai dengan kulit bersisik, peradangan dan bersifat kambuh-kambuhan yang mana akan dirasakan di bagian yang gatal. Kadang sebelum adanya tanda di kulit, rasa gatal sudah muncul. Kulit kemerahan umumnya muncul pada tangan, wajah, lutut, kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya. Selain itu, pada kulit yang terkena gejala penyakit tersebut menebal, sangat kering atau menjadi keropeng.

Baca Juga:  Penyebab Mimisan Dan Cara Mengatasinya

Pada pemiik kulit putih, kulit yang terkena exim ini akan mempunyai warna merah muda kemudian lama kelamaan menjadi coklat. Sedangkan pada kulit yang lebih gelap, gejalanya akan mempengaruhi pigmen kulit sehingga dapat menjadi lebih terang atau lebih gelap. Exim sendiri adalah penyakit episodik, sehingga terkadang kulit akan membaik, lalu memburuk lagi dan begitu seterusnya.

Penyebab

Menurut orang awam, penyakit exim adalah penyakit yang menular. Hal ini dilihat dari keadaan penderita yang pada umumnya kurang memperhatikan kebersihan, sehingga disimpulkan bahwa penyakit exim ini menular. Padahal penyakit exim ini dapat juga dipengaruhi faktor genetik. Namun sebenarnya apa penyebab penyakit exim ini belum diketahui pasti. Exim berhubungan dengan aktifitas daya tahan tubuh yang berlebihan, itu menurut para ahli. Hal ini menyebabkan tubuh melakukan reaksi yang berlebihan terhadap iritan atau bakteri yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kulit. Oleh karena itu, penyakit ini banyak ditemukan pada keluarga yang memiliki riwayat penyakit asma. Beberapa penyebab yang diperkirakan adalah kulit kering, iritasi sabun dan detergen, atau bahan kimia lainnya. Selian itu kondisi stres, alergi dan infeksi patogen juga dapat menyebabkan penyakit ini.

Pengobatan

Telah mengetahui penyebab dan gejala penyakit Exim pada artikel sebelumnya, maka sekarang saatnya membahas tentang pengobatan penyakit exim.Pengobatan penyakit exim bertujuan untuk menghilangkan rasa gatal sehingga terjadinya infeksi dapat dihindari penderitanya. Pemakaian krim pelembab dan lotion sangat dianjurkan ketika kulit penderita exim merasa kering dan gatal. Perawatan ini bertujuan untuk membuat kulit menjadi lebih lembab. Penderita dapat menggunakan salep atau krim hydrokortison yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi proses inflamasi yang sering disebut dengan peradangan.

Pada kasus exim yang sudah terlanjur parah, maka pengobatan harus langsung dilakukan dengan petunjuk dokter. Dokter akan memberikan tablet kortikosteroid untuk mengurangi inflamasi. Sedangkan jika ada daerah exim yang telah terinfeksi, maka akan diberikan obat antibiotika untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Antibiotik dapat membunuh bakteri penyebab infeksi. Jenis obat lain yang diberikan oleh dokter adalah antihistamin. Obat ini berguna untuk mengurangi rasa gatal yang berat. Sedangkan pada penderita yang tubuhnya tidak merespon dengan berbagai pengobatan diatas, maka akan diberikan cyclosporin yang merupakan obat keras. Oleh karena itu perhatikan petunjuk dokter dengan baik.