Mengenal Fakta Tentang Heartburn

Dokter Sehat – banyak dari Anda yang tidak bisa membedakan antara heartburn dengan serangan jantung, rasa sakit yang terasa di ulu hati pada sebagian orang sering dianggap itu penyakit serangan jantung, padahal bukan dan keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama penyakit serius yang membutuhkan penanganan khusus.

19

Maka dari itu, penting sekali buat Anda untuk mengetahui gejala, penyebab hingga cara pengobatan untuk heartburn. Berikut merupakan 10 fakta tentang heartburn yang perlu Anda ketahui :

1.Heartburn tidak hanya sekedar gejala
Meski tidak semua orang mengalaminya, sensasi terbakar pada perut Anda merupakan gejala dari kebanyakan penyakit acid reflux (asam lambung berlebih). Sebagian lagi justru mengalami kesulitan menelanatau bahkan batuk darah.

Acid reflux terjadi ketika otot sfingter (otot penghubung kerongkongan dan perut) berada pada keadaan santai pada waktu yang salah, dan tetap terbuka dalam waktu yang lama. Hal tersebut memungkinkan asam lambung mengalir, dan kembali ke kerongkongan.

2.Antasida saja tidak cukup
Jika mengalami mulas sesekali, Antasida dapat bekerja dengan baik. Namun jika gejala mulas berulang setiap dua kali seminggu hingga menganggu sebagian aktifitas, Antasida tidak disarankan untuk Anda gunakan.

Jika hal tersebut terjadi segera kunjungi dokter, kondisi heartburn yang mengganggu harus ditangani dengan melakukan pemotongan asam pada sumber, dan mendapatkan asupan obat-obatan.

3.Jangan mengabaikan gejala
Jika tidak diobati asam refluks kronis dapat meningkatkan resiko terjadinya infeksi kerongkongan, borok, luka pada kerongkongan atau kondisi pra kanker (Barret Esophagus). Segera lakukan tindakan pengobatan jika penyakit ini kembali kambuh.

4.Wanita lebih beresiko
Wanita memiliki resiko yang lebih besar terkena heartburn dibandingkan dengan pria, gejala-gejala dapat muncul selama masa kehamilan dan masa-masa sebelum periode tersebut. Selain itu, berat badan ekstra, atau obesitas juga turut menjadi faktor resiko. Obesitas menempatkan tekanan pada otot sfingter sehingga memicu naiknya asam.

Baca Juga:  Makan Setelah Jam 7 Malam Ikut Meningkatkan Resiko Terkena Penyakit Jantung dan Stroke

5.Jangan menyerah pada makanan kesukaan
Biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk menghindari aneka makanan pedas dan jeruk, yang dapat mengendurkan otot sfingter pada beberapa orang. Namun kenyataannya, makanan-makanan tersebut tidak mengganggu seseorang.

Kenyataannya, sebuah penelitian menyebutkan bahwa jeruk, coklat dan makanan pedas tidak mengurangi gejala yang terjadi pada penderita GERD. Tetap catat perjalanan makan Anda guna melacak gejala yang mungkin timbul, dan tetap nikmati makanan kesukaan Anda.

6.Perbaiki posisi tidur
Mengatur kepala pada posisi yang lebih tinggi dari biasanya dapat membantu mengurangi gejala, tambah ketinggian pada bagian kepala dengan bantal dan buku-buku tebal. Memiringkan seluruh tubuh ke bawah pada malam hari dapat membantu Anda membersihkan kerongkongan.

7.Jangan makan sebelum tidur
Jangan bergegas tidur ketika Anda baru saja menyelesaikan makan malam, tunggu paling tidak dua jam setelah makan, dan Anda dapat menikmati waktu tidur Anda. Menunggu dua jam memberikan kesempatan untuk mencerna makanan dan membuat perut kembali kosong.

8.Kurangi berat badan
Tidak perlu melakukannya secara dramatis, namun paling tidak Anda mampu menurunkan berat sekitar 4-5 kilogram.

9.Pilih permen karet bebas gula
Mengunyah permen karet mampu meningkatkan produksi air liur. Air liur tersebut mampu membantu netralisasi asam dalam perut.

10.Seperti gejala serangan jantung
Gejala asam lambung pada wanita seringkali hadir menyerupai gejala serangan jantung, kedua gejala tersebut menunjukkan rasa nyeri pada dada. Berbeda dengan heartburn, gejala jantung yang mungkin terjadi biasanya berupa berkeringat, mual, nyeri dada yang menjalar dari leher ke bahu kiri, mulas setelah makan, dan memiliki keluarga dengan riwayat serangan jantung.