Mengenal emosi anak dengan warna

DokterSehat.Com – Masa kanak-kanak dipandang sebagai masa emas  atau golden age yang merupakan masa otak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang terjadi ketika anak berusia 0-6 tahun. Tahap ini merupakan tahap awal kehidupan manusia yang menentukan bagaimana sikap, perilaku, dan kepribadian individu di masa depan . Pada umumnya pada tahap ini anak usia dini belajar mengenai berbagai hal termasuk dalam mengembangkan kemampuan motorik, kognitif, bahasa, serta sosioemosional mereka.

doktersehat-ibu-bayi-suara-perkembangan-otak

Pada tahap perkembangannya anak memerlukan stimulasi-stimulasi berupa kegiatan positif salah satunya melalui kegiatan mewarnai. Kegiatan mewarnai menjadi pilihan karena memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak. Beberapa manfaat yang didapat ketika anak mewarnai antara lain mengungkapkan imajinasi yang dimiliki, membantu mengenal perbedaan warna, melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi, dan melatih anak membuat target. Selain itu menurut penelitian penggunaan warna oleh anak-anak merupakan manifestasi dari emosi yang mereka rasakan. Hal ini memberikan suatu pandangan bahwa kegiatan mewarnai cukup memungkinkan untuk melihat emosi yang sedang dirasakan anak.

Berikut adalah beberapa wana dan arti emosi yang sedang dirasakan si anak

  • Merah : Dinamis, bersemangat menstimulasi, aktif, kuat, hangat, agresif. Bila terlalu banyak warna ini dapat menimbulkan kemarahan, tekanan, ketidaksabaran, intimidasi, dendam dan suasana ribut. Sebaiknya tidak digunakan untuk kamar anak dibawah 1 tahun.
  • Kuning : Warna yang susah ditangkap mata, ceria, hangat dan berenergi. Warna ini tidak cocok digunakan dikamar anak karean terlalu terang sehingga menyebabkan silau dan sulit beristirahat.
  • Biru : Warna paling nyaman untuk mata, menenangkan, aman, menerima dan sabar. Terlalu banyak warna biru menyebabkan anak menjadi pasif, warna biru yang dipilih sebaiknya tidak terlalu pucat sehingga tak berkesan terlalu dingin
  • Hijau : Rileks, sepi, natural, menenangkan dan terkesan malu-malu. Terlalu banyak hijau membuat anak malas, untuk menetralkannya bisa dikombinasikan dengan merah atau orange.
  • Orange : Percaya diri, ramah dan penuh keceriaan. Waran orange dikamar membuat anak selalu terjaga. Terlalu banyak arna orange membuat ruangan terasa gelap.
  • Ungu : Bisa meningkatkan imajinasi dan kreativitas anak. Bila terlalu banyak warna ungu bisa membuat mood anak terganggu, dan menyebabkan anak terlalu ingin berkuasa.
  • Nila : Terkesan spiritual.