Mengenal Beberapa Jenis Puting Pada Payudara

DokterSehat.Com – Jika kita membicarakan bagian tubuh yang bisa membuat wanita merasa percaya diri, maka area payudara tentu akan menjadi salah satu bagian yang akan disebut. Dalam realitanya, banyak wanita yang mengharapkan bentuk payudara yang kencang dan ideal. Padahal, ada banyak sekali tipe dan ukuran payudara yang berbeda-beda. Selain bentuk dan tipe, puting payudara juga ternyata memiliki beberapa jenis. Pakar kesehatan menyebutkan setidaknya ada beberapa jenis puting payudara yang bisa kita ketahui seperti sebagai berikut.

doktersehat-bentuk-payudara-wanita-seksi-seks-berenang

Normalnya, puting payudara akan memiliki bentuk menonjol. Tak hanya pada kaum hawa, puting yang ada pada dada pria juga biasanya memiliki bentuk seperti ini. Pada kaum hawa sendiri, benjolan pada puting ternyata memiliki kelenjar montgomery, sebuah kelenjar yang memiliki fungsi mensekresi minyak dan membuat puting terjaga kelenturannya. Uniknya, benjolan pada puting payudara ini sendiri memiliki variasi dan ukuran yang berbeda-beda.

Puting payudara ternyata juga bisa memiliki ukuran yang cenderung lebih besar dari ukuran normal. Dalam dunia medis, pakar kesehatan menyebutknya sebagai ukuran areola yang lebih besar. Biasanya, ukuran areola wanita akan cenderung membesar setelah melewati masa pubertas. Namun, ada beberapa wanita yang mengalami pembesaran aerola lebih dari biasanya. Untungnya hal ini termasuk normal secara medis.

Jenis puting berikutnya adalah puting terbalik. Puting jenis ini bukannya menonjol namun justru masuk ke dalam. Yang menjadi masalah adalah jika wanita ingin menyusui buah hati namun memiliki jenis puting ini, maka disarankan untuk meminta saran dokter atau melakukan pemijatan khusus agar posisi puting bisa keluar dan bisa dihisap oleh sang buah hati selama proses menyusui.

Jenis puting berikutnya adalah puting yang berbulu. Pada pria, bulu-bulu ini bisa tumbuh di sekitar areola dan dianggap normal. Namun, bagi kaum hawa, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan layaknya sindrom ovarium polikistik. Sindrom ini terjadi jika wanita memproduksi hormon laki-laki atau hormon androgen yang berlebihan sehingga bisa mempengaruhi ovulasinya.