Mengenal Beberapa Gejala Nomophobia, Ketergantungan Pada Smartphone

DokterSehat.Com – Kemajuan teknologi kini membuat banyak orang mengalami perubahan gaya hidup yang sayangnya justru cenderung semakin memburuk. Sebagai contoh, kita kini lebih bergantung pada ponsel pintar atau smartphone dari biasanya dimana ponsel kini seakan-akan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, banyak dari kita yang membawa ponsel hingga ke kamar mandi atau toilet. Pakar kesehatan pun menyebutkan jika masyarakat modern memang lebih mudah terkena gejala nomophobia, yakni sebuah sindrom kecanduan smartphone. Sebenarnya, apa sajakah tanda-tanda dari penyakit nomophobia ini?

doktersehat-toilet-wasir-kencing-berdarah

Pakar kesehatan menyebutkan jika nomophobia sebagai sebuah kondisi dimana seseorang akan memilliki obsesi berlebihan dalam menggunakan smarthphonenya sehingga Ia akan merasa ada yang kurang jika terpisah sebentar saja dengan smarphonenya. Dalam banyak kasus, perilaku penderita nomophobia bahkan bisa menjadi hal yang konyol layaknya menunggu sosial media untuk mengupdate suatu informasi yang baru. Namun, secara umum pakar kesehatan menggolongkan tanda-tanda terkena nomophobia seperti sebagai berikut.

Gejala pertama bahwa kita sudah terkena nomophobia adalah kecenderungan untuk mengecek smartphone berulang-ulang, bahkan saat kita sudah mengantuk dan seharusnya mulai beranjak tidur. Banyak dari penderita nomophobia ini kecanduan dengan sosial media yang bagi mereka sudah dianggap lebih menyenangkan dan “hidup” jika dibandingkan dengan kehidupan aslinya. Bahkan, saat mereka bangun tidur pun hal pertama yang terpikirkan adalah apa yang terjadi pada sosial medianya. Selain itu, banyak orang yang bahkan merasa perlu untuk memamerkan apapun yang mereka lakukan atau pikirkan pada sosial medianya. Singkat kata, smartphone dan juga sosial media telah berubah menjadi bagian hidup seseorang.

Untuk mengatasi hal ini, pakar kesehatan menyebutkan jika kita bisa mulai mengurangi porsi pemakaian smartphone dengan cara bertahap. Sebagai contoh, kita bisa mulai mengecek smartphone kita hanya jika urusan pekerjaan sudah benar-benar selesai. Dengan cara ini, kita pun bisa menyelesaikan kewajiban kita dengan baik tanpa perlu teralihkan dengan smartphone dan sosial medianya.