Mengenal ALS, Penyakit Gangguan Saraf Motorik

DokterSehat.Com – Amyotrophic lateral sclerosis ( ALS) yang dikenal juga dengan penyakit Lou Gehrig merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang menyerang sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang, khususnya saraf motorik.

5

Penyakit tersebut memang akan membuat saraf pada otot motorik atau pergerakan mengalami penuaan dan terus memburuk hingga memicu kematian saraf. Nah, ketika saraf motorik mati, kemampuan otak untuk mengontrol pergerakan otot akan hilang sehingga penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan.

Nama ALS sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti tidak adanya nutrisi otot. Ketika, nutrisi tidak mencapai otot, akibatnya otot tubuh melemah dan akhirnya lumpuh. Selain itu, area lateral di tulang belakang, dimana saraf motorik berlokasi, juga mengalami pengerasan yang memperparah kelumpuhan.

Gejala awal ALS termasuk penurunan kekuatan saraf, khususnya yang melibatkan lengan dan tungkai, sehingga kita menjadi lemah berjalan atau tidak kuat memegang gelas atau pensil, misalnya. Jika bagian saraf menelan yang terkena, maka penderita akan kesulitan menelan atau kehilangan refleks batuk.

Saat otot tidak lagi menerima pesan dari saraf motorik untuk menjalankan fungsinya, otot pun mulai mengalami atropi atau penyusutan. Tungkai penderita ALS akan terlihat lebih kurus karena mengalami penyusutan jaringan otot.

Tubuh memiliki banyak jenis saraf yang dilibatkan dalam proses berpikir, mengingat, merasakan, penglihatan, pendengaran, dan fungsi tubuh lainnya. Pada ALS, saraf yang diserang adalah saraf motorik yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang pada otot untuk melakukan gerakan. Gerakan yang dikontrol oleh saraf motorik, misalnya, gerakan memegang benda atau berjalan.

Sementara itu, otot jantung dan pencernaan luput dari serangan ini karena otot jantung tidak berada di bawah kendali saraf motorik. Seperti diketahui, otot jantung bergerak sendiri tanpa perintah yang disadari. Mudahnya, seseorang tidak bisa menahan detak jantungnya, tetapi bisa menahan napas, bukan? Artinya, bernapas merupakan aktivitas yang menjadi sasaran ALS.

Baca Juga:  Diet Vegan Terbukti Mampu Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Hingga kini 90 persen penyebab penyakit ini belum diketahui, obat untuk menyembuhkannya juga belum ada. Hanya ada satu obat yang diizinkan, yaitu riluzole yang berfungsi memperlambat perburukan pernyakit.

Dengan tantangan mandi es, donasi untuk ALS meningkat tajam. Dalam beberapa minggu saja, Asosiasi ALS untuk mendapatkan 41,8 juta dollar AS, baik dari donor tetap maupun ribuan kontributor baru. Meski begitu, tantangan ini juga menuai banyak kritik karena dinilai boros air dan membuang-buang waktu.

Lebih banyak menyerang pria

Secara statistik, ALS bisa dikategorikan dalam penyakit langka. Namun, ALS merupakan penyakit saraf motorik yang paling umum ditemukan.

Penyakit ini bisa menyerang berbagai ras etnis, mulai Kaukasia hingga Asia, namun lebih banyak ditemukan pada ras Kaukasia, dengan probabilitas 1,2-4 berbanding 100 ribu. Pada ras lain, angkanya jauh lebih rendah.

ALS umumnya menyerang mereka yang berusia antara 40-60 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan menyerang mereka yang lebih muda. Pria lebih banyak terserang ALS dibanding wanita.